Diaspora Rohingya dan Tantangan Adaptasi Budaya di Negara-Negara Penerima

Authors

  • Yohanis Kristianus Tampani STKIP Sinar Pancasila
  • Julita Fuka STKIP Sinar Pancasila
  • Leonarda Luisa Seran STKIP Sinar Pancasila
  • Ikson Banfatin STKIP Sinar Pancasila
  • Kornelia Tsu STKIP Sinar Pancasila
  • Lusiana Mali STKIP Sinar Pancasila
  • Adrianus Berek STKIP Sinar Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.62383/sosial.v4i1.1505

Keywords:

Cultural Adaptation, Diaspora, International Migration, Recipient Countries, Rohingya Ethnic Group

Abstract

This study aims to explain the Rohingya diaspora and the challenges of cultural adaptation in host countries. This study uses a library research method where data collection in this study uses various materials and materials available in libraries such as books, scientific articles/journals, and documents that are relevant to the research topic. The results of the study show that the state of Myanmar through the Burma Citizenship Law 1982 policy has designated only 135 ethnicities recognized as its citizens and the Rohingya ethnic group is not included in it. As a result, they legally lose their citizenship status (stateless), rights to land, education, employment, and a decent life. Lacking legal legitimacy makes the Rohingya ethnic group trapped in a cycle of discrimination and poverty. Therefore, in search of a decent life, the Rohingya ethnic group migrates to seek new asylum to neighboring countries such as Bangladesh, Thailand, and Indonesia in the hope of getting a decent living. In refugee camps, a process of cultural acculturation occurs where as a group of immigrants (the Rohingya ethnic group) must get used to accepting and adapting to the new environment, culture, and lifestyle without forgetting their identity as the Rohingya ethnic group.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aling, D. M. R., Senewe, E. V. T., & Lengkong, N. L. (2024). Analisis yuridis krisis pengungsi Rohingya di Aceh dan peran UNHCR di Indonesia berdasarkan hukum organisasi internasional. Lex Privatum, 14(3).

Dwijayanto, A., Fathoni, K., & Afif, Y. U. (2019). Diaspora Muslim Rohingya di Indonesia: Minoritas, militansi, dan pencarian identitas. El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 7(2), 245–263. https://doi.org/10.35888/el-wasathiya.v7i2.3834

Effendi, T. D. (2022). Strategi pelibatan diaspora Indonesia dalam diplomasi publik. Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan, 14(1), 18–42. https://doi.org/10.31315/jsdk.v14i1.5306

Hamzah, A. (2020). Metode penelitian kepustakaan (library research): Kajian filosofis, teoretis, aplikasi, proses, dan hasil penelitian (Edisi revisi). Literasi Nusantara Abadi.

Ichsan, M. (2021). Representasi budaya masyarakat Aceh dalam diaspora jalur transnasional pengungsi etnis Rohingya. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 7(2), 215–224. https://doi.org/10.37905/aksara.7.2.215-224.2021

Iskandar, & Ridho, M. R. (2022). Penyelesaian konflik diskriminasi etnis Rohingya di masa transisi pemerintahan Myanmar. Khazanah Multidisiplin.

Madani, P. I. A., & Dewi, T. I. D. W. P. (2025). Kewajiban Indonesia dalam menangani pengungsi etnis Rohingya berdasarkan hukum internasional. Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(1), 1–16.

Mangku, D. G. S. (2021). Pemenuhan hak asasi manusia kepada etnis Rohingya di Myanmar. Perspektif Hukum, 21(1), 1–15. https://doi.org/10.30649/ph.v21i1.14

Mitzy, G. I. (2014). Perlawanan etnis Muslim Rohingya terhadap kebijakan diskriminasi pemerintah Burma-Myanmar. IJIS: Indonesian Journal of International Studies, 1(2), 153–164. https://doi.org/10.22146/globalsouth.28836

Rangsikul, R. (2019). Identitas etnis dan proses akulturasi Rohingya di Bangkok, Thailand. Jurnal Lakon: Kajian Sastra dan Budaya, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.20473/lakon.v8i1.9331

Rasji, Aprianes, C., Elia, & Kurniawan, M. H. (2024). Kewenangan pemerintah Indonesia dalam menangani pengungsi Rohingya menurut undang-undang keimigrasian. Jurnal Multilingual, 4(1), 217–231.

Ruslan, Zalmatin, W. O., & Syukur, S. (2023). Konflik Rohingya dan pengakuan kewarganegaraannya. Edusociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 6(2), 558–568.

Siregar, N. M., & Lubis, A. (2019). Komunikasi antarbudaya etnis Rohingya dalam upaya eksistensi diri di pengungsian Kota Medan. Persepsi: Communication Journal, 2(2), 70–86. https://doi.org/10.30596/persepsi.v2i2.3951

Susanti, E., & Hamdani. (2024). Kosmopolitanisme vernakular: Respon Indonesia terhadap konflik Rohingya di Myanmar. Jurnal SMaRT, 10(2), 277–290. https://doi.org/10.18784/smart.v10i2.2481

Syarwina, A. P., Fahmi, C., & Reza, T. S. (2026). Analisis penanganan pengungsi di Indonesia dari perspektif hukum internasional (ditinjau menurut Konvensi 1951 dan Protokol 1967). As-Siyadah: Jurnal Politik dan Hukum Tata Negara, 6(1), 1–19.

Wijayanti, H. (2011). Hukum kewarganegaraan dan keimigrasian. Bayumedia Publishing.

Downloads

Published

2026-01-30

How to Cite

Yohanis Kristianus Tampani, Julita Fuka, Leonarda Luisa Seran, Ikson Banfatin, Kornelia Tsu, Lusiana Mali, & Adrianus Berek. (2026). Diaspora Rohingya dan Tantangan Adaptasi Budaya di Negara-Negara Penerima. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 4(1), 85–92. https://doi.org/10.62383/sosial.v4i1.1505

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)