Strategi Rumah Belajar Merah Putih dalam Menangani Anak dari Pekerja Seks Komersial yang Tidak Sekolah

Authors

  • Astrid Liani Kamal Universitas Negeri Jakarta
  • Budiaman Budiaman Universitas Negeri Jakarta
  • Martini Martini Universitas Negeri Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/sosial.v3i3.1049

Keywords:

Commercial Sex Workers, Non-Formal Education, Out-Of-School Children, Strategy

Abstract

This study aims to describe the strategies implemented by Rumah Belajar Merah Putih in addressing the educational needs of children of commercial sex workers who are not enrolled in formal schooling. A qualitative descriptive approach was used, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that Rumah Belajar Merah Putih faces several challenges, including limited facilities and infrastructure, insufficient funding, low public awareness of the importance of education, a shortage of qualified teaching staff, and difficulties in establishing external partnerships. To overcome these obstacles, the organization has developed strategies encompassing four key aspects: (1) Corporate strategy, which emphasizes the formulation of a vision, mission, and goals in response to the community’s lack of attention to education; (2) Program strategy, designed based on the background of the learners to raise awareness of the importance of education; (3) Resource support strategy, aimed at addressing the limitations in teaching staff, funding, and facilities; and (4) Institutional strategy, focused on strengthening internal communication and expanding external partnerships to tackle collaboration challenges. These four strategies have proven effective in addressing the identified challenges and serve as a crucial foundation for providing inclusive education for children of commercial sex workers, although continuous improvement and reinforcement are still needed.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Affandi, L. A., & Susilo, H. (2012). Analisis pelaksanaan Child Rights Program dalam meningkatkan kesejahteraan sosial anak jalanan di Yayasan Alit Surabaya. J+PLUS: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Luar Sekolah, 3(1), 1–6.

Azizah, L. D., & Sahrul, M. (2024). Pengasuhan anak terlantar melalui program Asah (Asrama Anak Soleh) di Yayasan Sahabat Yatim: Studi kasus Yayasan Sahabat Yatim Kota Jakarta Selatan. Edukasi Elita: Jurnal Inovasi Pendidikan, 1(3), 194–206.

Dianti, Y. (2017). Hak dan kewajiban anak. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. http://repo.iain-tulungagung.ac.id/5510/5/BAB%202.pdf

Hadiono, A., & Firzah, P. (2024). Strategi pengembangan usaha dalam memenuhi kebutuhan konsumen menggunakan analisis SWOT pada Air Galon OSMO PLUS. Jurnal Ilmiah Niiagara, XVI(2).

Hardiyanti Isnin, Y. (2018). Peran komunitas mengajar terhadap pendidikan di Kecamatan Muncang Provinsi Banten (Studi kasus: Komunitas Gerakan Ayo Mengajar). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/39882

Hendra. (2020). Strategi pengembangan lembaga pendidikan Islam (Studi kasus di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat) [Unpublished manuscript].

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengenai pendidikan dan kebudayaan Pasal 31 ayat (1).

Lenaini, I. (2021). Teknik pengambilan sampel purposive dan snowball sampling. HISTORIS: Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39. http://journal.ummat.ac.id/index.php/historis

Moelong. (2017). Metode penelitian. Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.

Noviani, L., Budiarti, A. C., Tuhana, T., & Setyawati, M. (2023). Strategi penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Sragen. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian dan Pengembangan, 7(1), 92–103. https://doi.org/10.32630/sukowati.v7i1.379

Nur, D., & Mukramin, S. (2023). Labelling terhadap anak pekerja seks komersial di Pantai Salukaili Pasangkayu. Jurnal Indragiri Penelitian Multidisiplin, 2(1), 10–16. https://ejournal.indrainstitute.id/index.php/jipm/article/view/558/241

Puspito, G. W., Swandari, T., & Rokhman, M. (2021). Manajemen strategi pengembangan pendidikan non formal. Chalim Journal of Teaching and Learning, 1(1), 85–98. https://doi.org/10.31538/cjotl.v1i1.88

Sahara, M., Faizal, M., & Meriyati. (2022). Analisis strategi peningkatan kualitas pelayanan terhadap nasabah pada masa pandemi Covid-19 di PT. Asuransi Jasindo Syariah Cabang Palembang. Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi, 1(2), 181–210. https://ejournal.lapad.id/index.php/jebmak/article/download/14/10

Siahaan, N., Toni, T., Anjar, A., & Adi, P. N. (2020). Subjek hukum dalam pendirian yayasan menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2004 atas perubahan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan. Jurnal Ilmiah Advokasi, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.36987/jiad.v8i1.1593

Statistik, B. P. (2025). Data anak tidak sekolah di DKI Jakarta.

Sudaryono. (2016). Metode penelitian pendidikan. Prenadamedia.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian manajemen. Alfabeta.

Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suparmono, G. (2018). Hukum yayasan di Indonesia. Rhineka Cipta.

Susetyo, D. P. B., & Sudiantara, Y. (2015). Konsep diri pada pekerja seks komersial. Psikodimensia, 14(2), 27–40. http://journal.unika.ac.id/index.php/psi/article/view/898

Downloads

Published

2025-06-26

How to Cite

Astrid Liani Kamal, Budiaman Budiaman, & Martini Martini. (2025). Strategi Rumah Belajar Merah Putih dalam Menangani Anak dari Pekerja Seks Komersial yang Tidak Sekolah. SOSIAL: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS, 3(3), 202–213. https://doi.org/10.62383/sosial.v3i3.1049

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.