Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Waru

(Studi Analisis Kebijakan Publik)

Authors

  • Sugeng Iswahyudi Universitas Dr. Soetomo
  • Aris Sunarya Universitas Dr. Soetomo
  • Sri Kamariyah Universitas Dr. Soetomo

DOI:

https://doi.org/10.62383/risoma.v3i6.1273

Keywords:

Education Policy, Equitable Access, Policy Implementation, Quality of Education, Zoning System

Abstract

The zoning system policy in the New Student Enrolment (PPDB) is an educational policy reform aimed at equalising access to services and improving the quality of education in Indonesia. This research analyses the implementation of the PPDB zoning system policy at the level of State Junior Secondary Schools using George C. Edward III's policy implementation theory approach, which covers four main variables: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The research method employs a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, observation, and documentation study of the regulations implementing the zoning system policy. The findings show that the implementation of the PPDB zoning system policy has proceeded in accordance with the technical regulations of Permendikbud Number 01 of 2021 and Sidoarjo Regent Regulation Number 37 of 2020. The admission routes provided include the zoning route, achievement, affirmation, and parental transfer, which offer fair opportunities for all prospective students. Nevertheless, there are still obstacles in the execution, particularly related to the limited infrastructure for distance learning, public perception regarding the selection mechanism, and the disparity between the number of available places (quota) and the number of applicants for certain routes. This research recommends the need for more comprehensive socialisation, improvement of supporting infrastructure, and periodic evaluation of policy implementation to ensure the achievement of the goal of equitable and quality education.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afandi, M. I., & Warjio, W. (2015). Implementasi peraturan daerah Kabupaten Asahan Nomor 11 Tahun 2011 tentang pajak daerah dalam pencapaian target Pajak Bumi dan Bangunan perdesaan dan perkotaan (Studi deskriptif di Kelurahan Bunut Barat Kecamatan Kota Kisaran Barat). Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), 5(2), 132–153.

Ariani, A. T. (2020). The implementation of zoning system in suburban schools in Tulungagung Regency, Indonesia. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 7(2), 183–189.

Edwards, G. C. (1980). Implementing public policy. (Tidak ada informasi penerbit pada sumber asli).

Haerul, H., Akib, H., & Hamdan, H. (2016). Implementasi kebijakan Program Makassar Tidak Rantasa (MTR) di Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 6(2), 97–315.

Hijrawadi, S. N., Ramadhan, S., & Rohmah, Y. A. (2020). Zoning system analysis in new student admissions based on the availability of school facilities in Bekasi City. Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi, 20(2), 46–56.

Isrokatun, I., & Yulifar, L. (2020). Education access coverage of state junior high schools as the impact of zoning policy in Indonesia. EDUTEC: Journal of Education and Technology, 4(2), 246–264.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Sistem zonasi mempercepat pemerataan di sektor pendidikan. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/06/kemendikbud-sistem-zonasi-mempercepat-pemerataan-di-sektor-pendidikan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Kemendikbud kokohkan sistem zonasi untuk pemerataan layanan dan mutu pendidikan. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2019/01/kemendikbud-kokohkan-sistem-zonasi-untuk-pemerataan-layanan-dan-mutu-pendidikan

Mashudi, A. (2019). Kebijakan PPDB sistem zonasi SMA/SMK dalam mendorong pemerataan kualitas sumber daya manusia di Jawa Timur. Nidhomul Haq: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 186–206.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan atau Bentuk Lain yang Sederajat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nurohman, F., Goro, S. F., & Harahap, C. B. (2025). Analisis kebijakan zonasi: Upaya pemerataan pendidikan di Indonesia. Gunung Djati Conference Series, 50, 13–20.

Pangaribuan, E. N., Hariyati, N., & Hazin, M. (2019). Implementasi kebijakan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru jenjang SMP di Kabupaten Gresik. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 7(1).

Presiden Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sekretariat Negara.

Presiden Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Sekretariat Negara.

Purwanti, D., Irawati, I., Adiwisastra, J., & Bekti, H. (2019). Implementasi kebijakan penerimaan peserta didik baru berdasarkan sistem zonasi di Kota Bandung. Jurnal Governansi, 5(1), 12–23.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Sistem zonasi strategi pemerataan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan. Sekretariat Jenderal Kemendikbud.

Ramdhani, A., & Ramdhani, M. A. (2017). Konsep umum pelaksanaan kebijakan publik. Jurnal Publik, 11(1), 1–12.

Rulinawaty, D. (2023). Kompleksitas dan dinamika birokrasi di Indonesia. CV Literakata Karya Indonesia.

Setiawati, N. D., & Rahaju, T. (2022). Implementasi Kebijakan sistem zonasi PPDB di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Krian Kabupaten Sidoarjo. Publika, 609–620.

Sirojudin, D., Suryadi, S., & Zulaikha, S. (2020). Implementasi kebijakan sistem zonasi terhadap penerimaan peserta didik baru SMP Negeri di DKI Jakarta. Proceeding ICTESS (International Conference on Technology, Education and Social Sciences).

Stewart, G., Devine, N., Benade, L., & Couch, D. (2021). School zoning: Spatial justice and education policy in Aotearoa New Zealand. New Zealand Journal of Educational Studies, 56(Suppl 1), 1–4.

Subarsono, A. G. (2013). Analisis kebijakan publik: Konsep, teori dan praktik. Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian (7th ed.). Alfabeta.

Tahir, A. (2014). Kebijakan publik dan transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah. Arifin Tahir.

Thoha, M. (1984). Dimensi-dimensi prima ilmu administrasi negara. (Tidak ada informasi penerbit pada sumber asli).

Wibowo, A., Nurdin, N. H., & Jatmika, P. P. (2025). Arah baru kebijakan publik. (Tidak ada informasi penerbit pada sumber asli).

Widyaningtyas, A., Nugraha, N., & Sari, S. D. (2021). Persepsi masyarakat terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru Zonasi. Antropocene: Jurnal Penelitian Ilmu Humaniora, 1(1), 29–37.

Wijaya, C., Fuadi, A., & Hasibuan, S. (2020). Implementasi kebijakan sistem zonasi pada penerimaan peserta didik baru di sekolah menengah pertama Kabupaten Langkat. Jupiis: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 12(1), 162–177.

Downloads

Published

2025-11-06

How to Cite

Sugeng Iswahyudi, Aris Sunarya, & Sri Kamariyah. (2025). Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Waru: (Studi Analisis Kebijakan Publik). RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 3(6), 215–227. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i6.1273

Similar Articles

<< < 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.