Pola Interaksi Sosial Warga Binaan pada Rumah Tahanan Provinsi Banten
(Studi Lembaga Pemasyarakatan Rutan Provinsi Banten)
DOI:
https://doi.org/10.62383/sosial.v3i1.643Keywords:
social interaction, prisoners, detention centerAbstract
This research is motivated by the importance of understanding the dynamics of social interaction of prisoners in the Class II B Detention Center of Serang City, Banten Province. The focus of the research is the pattern of relationships between prisoners as well as interactions between prisoners and detention officers that affect social life in the environment. The purpose of this study is to identify the associative and dissociative processes that occur among prisoners and explore the factors that influence the pattern of social interaction in detention centers. The research methodology used is a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through direct observation, in-depth interviews, and document analysis. This approach allows in-depth exploration of complex social dynamics in closed environments such as prisons. The results show that social interactions between prisoners include associative processes, such as cooperation in daily activities, and dissociative processes, such as competition and conflict triggered by limited resources and social hierarchy. In addition, interactions between prisoners and officers often vary, ranging from formal relationships in coaching activities to informal relationships that are emotional in nature. The conclusion of this study emphasizes that the pattern of social interaction in detention centers is strongly influenced by the social background of prisoners, family support, and the existing hierarchical structure. This research provides recommendations for the management of detention centers that are more inclusive and support the rehabilitation process of prisoners.
Downloads
References
Amri, H. (2020). Pola interaksi residivis di lembaga pemasyarakatan (Studi kasus residivis pencurian kendaraan bermotor di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Aryanta, I. W. R. (2020). Manfaat tempe untuk kesehatan. Widya Kesehatan, 2(1), 44–50.
Carter, R. M., Glaser, D., & Wilkins, L. T. (Eds.). (1972). Correctional institutions. New York: Lippincott.
Faidah, F. H., Moviana, Y., Isdiany, N., Surmita, S., & Hartini, P. W. (2019). Formulasi makanan enteral berbasis tepung tempe sebagai alternatif makanan enteral tinggi protein. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 11(2), 67–74.
Fujiana, F., Pondaag, V. T., Afra, A., Evy, F., & Fadly, D. (2021). Potensi pangan fermentasi tempe dalam mengatasi kejadian stunting di Indonesia. Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(2), 20–26.
Laurensia, Y. T. (2020). Bentuk interaksi sosial warga binaan sosial (WBS) dalam menjalani bimbingan sosial di Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2 Serpong (Bachelor's thesis, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).
Lestariono, W., & Rahman, F. (2021). Model interaksi narapidana kelas II A Palangka Raya. Jurnal Sociopolitico, 3(1), 1–15.
Lubis, F. F., Rinaldi, K., & Mianita, H. (2022, September). Pola interaksi sosial residivis narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan (Studi deskriptif sosialisasi kejahatan residivis narkoba di Lapas Kelas II B Tebing Tinggi, Sumatera Utara). In SENKIM: Seminar Nasional Karya Ilmiah Multidisiplin (Vol. 2, No. 1, pp. 176–183).
Manurung, I., & Amperaningsih, Y. (2020). Aplikasi asuhan keperawatan caring untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada warga binaan lembaga pemasyarakatan. Konferensi Nasional (Konas) Keperawatan Kesehatan Jiwa, 4(1), 225–234.
Mathiesen, T. (2012). The defences of the weak (Routledge Revivals): A sociological study of a Norwegian correctional institution. Routledge.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Noviandaru, T., & Santosa, R. B. (2019). Pola perilaku dan aktivitas pembinaan warga binaan pemasyarakatan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Surakarta.
Octari, N., & Rahayuningsih, E. (2018). Interaksi sosial tahanan masa pengenalan lingkungan di Rumah Tahanan Negara Kelas I Kebon Waru Kota Bandung. Pekerjaan Sosial, 17(1).
Pakpahan, S. D. P. (2013). Pola interaksi sosial tuna rungu wicara (Studi deskriptif di UPTD Pelayanan Sosial Tuna Rungu Wicara dan Lansia Pematangsiantar) (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
Peraturan Pemerintah Tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan, Nomor 31 Tahun 1999.
Peraturan Pemerintah Tentang Syarat Dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, Nomor 32 Tahun 1999.
Putra, D. E. (2021). Masa pengenalan lingkungan (mapenaling) sebagai bagian adaptasi tahanan (Studi pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Rengat) (Doctoral dissertation, Universitas Islam Riau).
Putra, R. C. A. (2020). Implementasi pola pembinaan dalam masa pengenalan lingkungan warga binaan di lembaga pemasyarakatan Kelas II A Banceuy. Wajah Hukum, 4(1), 191–199.
Ridho, Y. (2020). Over kapasitas dan pola interaksi warga binaan di lembaga pemasyarakatan Kelas IIB Pariaman (Doctoral dissertation, Universitas Andalas).
Rinaldi, F. (2022). Proses bekerjanya sistem peradilan pidana dalam memberikan kepastian hukum dan keadilan. Jurnal Hukum Respublica, 21(2), 179–188.
Salim, L. (2018). Interaksi sosial keagamaan narapidana di lembaga pemasyarakatan narkotika Kelas IIA Bandar Lampung (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Sihite, O. (2019). Pola interaksi sosial narapidana laki-laki dalam kelompok yang sama (in-group) dan kelompok yang berbeda (out-group) pada lembaga pemasyarakatan Kelas II/A Pematang Siantar (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).
Sovia, N. A. (2022). Pola interaksi sosial narapidana remaja di LPKA Banda Aceh (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Thalita, R. A. (2023). Interaksi sosial narapidana Muslim di Rumah Tahanan Kelas II B Menggala Kabupaten Tulan Bawang (Doctoral dissertation, UIN Raden Intan Lampung).
Tololiu, T. A., & Makalalag, S. H. (2015). Hubungan depresi dengan lama masa tahanan narapidana di rumah tahanan negara Kelas IIA Malendeng Manado. Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo), 4(1), 14–15.
Turner, J. H. (1988). A theory of social interaction. Stanford University Press.
Undang-Undang Tentang Pemasyarakatan, Nomor 12 Tahun 1995.
Undang-Undang Tentang Pemasyarakatan, Nomor 22 Tahun 2022.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOSIAL : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


