Peran Keluarga dan Sekolah dalam Deteksi Dini Perilaku Bermasalah pada Remaja: Sebuah Tinjauan Literatur

Authors

  • Galuh Nabila Audry Rahmania Universitas Sriwijaya
  • Rafeylah Areefa Elya Universitas Sriwijaya
  • Anasari Anasari Universitas Sriwijaya
  • Afiyah Nasywa Apezahli Universitas Sriwijaya
  • Lidiana Rahayu Ningsih Universitas Sriwijaya
  • Muhammad Roihan Universitas Sriwijaya
  • Rizki Novirson Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.62383/risoma.v4i2.1606

Keywords:

Adolescents, Early Detection, Problematic Behaviour, Role of Families, Role of Schools

Abstract

Adolescence is a transitional stage of development characterised by rapid biological, psychological, and social changes that increase vulnerability to the emergence of problematic behaviour. The increase in cases of juvenile delinquency highlights the importance of early detection as a prevention strategy. This study aims to examine the role of families and schools in the early detection of problematic behaviour in adolescents through a systematic literature review. The study used a systematic literature review method by analysing scientific articles published between 2021 and 2026 that discussed family involvement, the role of schools, and early detection of adolescent behaviour. Data were collected through a structured process of searching, selecting, critically evaluating, and synthesising the literature. The results showed that family factors such as parenting styles, emotional support, communication quality, and supervision have a significant influence on adolescent behavioural development. Schools also play a strategic role through counselling services, behavioural screening, mental health education, and collaborative interventions. Effective early detection occurs when families and schools work together through continuous communication and coordinated monitoring. Therefore, the role of families and schools is to strengthen efforts to identify and prevent behavioral problems so that interventions can be carried out more quickly to support the social and emotional well-being of adolescents. Strengthening collaboration and structured detection systems are important steps in reducing the risk of problematic behaviour in adolescents.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alhadi. (2025). Peran lingkungan keluarga dalam mengatasi kenakalan remaja menurut perspektif Islam. Jurisy: Jurnal Ilmiah Syariah, 5(1).

Atsilah, M. A., Juniarti, et al. (2025). Deteksi dini perilaku bullying pada remaja di sekolah. Jurnal Multidisiplin Inovatif, 9(4), 50–65.

Auliani, R., Siregar, S. M., Zein, A., Siregar, R. M., & Azhima, I. (2025). Konsep deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 1668–1673.

Base, D. M. L., Saputra, N. W., Pritanto, B. J., Wikamto, R. F., & Herbawani, C. K. (2023). Peran lingkungan keluarga pada gangguan kesehatan mental remaja di Indonesia: Studi literatur. Sehat: Jurnal Kesehatan Terpadu, 2(2), 59–67.

Bobyanti, F. (2023). Kenakalan remaja. JERUMI: Journal of Education Religion Humanities and Multidisciplinary, 1(2).

Dayanti, I., Roslan, S., & Yusuf, B. (2024). Upaya orang tua di rumah dan guru di sekolah dalam pencegahan kenakalan remaja di Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan. Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 5(2), 196–206.

Deviantony, F., & Nirwanawati, S. (2025). Exploring the role of parenting in shaping adolescent mental health: A review of literature. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 5(3), 325–337.

Febriantika, Budiono, I., & Pribadi, F. S. (2025). Digitalisasi dan validasi instrumen ketahanan diri remaja (SDQ) sebagai deteksi dini perilaku maladaptif remaja di sekolah. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 15(4), 745–752.

Fitriahadi, E., & Widyantara, A. B. (2026). Deteksi dini pertumbuhan perkembangan anak usia pra sekolah. BEMAS: Jurnal Bermasyarakat, 6(2).

Gulo, V. F., & Harefa, W. K. (2025). Peran keluarga dalam mencegah kenakalan remaja (studi kasus lingkungan keluarga Saombo Koto Gunungsitoli). Media Hukum Indonesia (MHI), 3(3), 329–336.

Haba, R. H., Amseke, F. V., & Dono, W. (2023). Pelatihan deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini di PAUD Hosana Sungkaen. Devotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1).

Haslindah, A. J. A. P., & Passalowongi, J. (2021). Pendekatan konseling behavioral dalam penanganan remaja bermasalah. JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(2), 77–86.

Hasugian, A., Siregar, D. E., Nasution, S. N. K., & Purba, T. (2025). Strategi guru BK dan wali kelas dalam menangani siswa bermasalah di SMP Negeri 4 Medan. Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(3), 303–317.

Imam, M., & Naldi, A. (2025). Bullying pada remaja: Tinjauan peran konselor sekolah dalam intervensi preventif. Tut Wuri Handayani, 4(4), 325–330.

Insana, S. (2025). Peran sekolah sebagai deteksi dini gangguan jiwa anak dan remaja. [Nama jurnal tidak tersedia], 29–40.

Irfan, A., & Syahputra, A. (2024). Peran orang tua dalam mengatasi masalah kenakalan remaja ditinjau dari UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak (studi kasus di Desa Pematang Johar Kecamatan Labuhan Deli). Unes Law Review, 6(2), 7124–7136.

Khadijah, K., Syatifa, A., Syahdia, H., & Sirait, N. (2024). Pentingnya deteksi dini tumbuh kembang anak usia 0–72 bulan untuk mencegah gangguan perkembangan. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(3).

Khairi, R., Husna, F., Anggraini, M. S., Khadijah, & Nasution, H. (2025). Pelaksanaan deteksi tumbuh kembang anak usia dini di lingkungan PAUD. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3).

Kurniawati, D. A., Kartika, A., Aulia, F., Julaeha, E., & Fadhilah, S. (2025). Strategi sosialisasi parenting untuk meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pencegahan kenakalan remaja. Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 9(2), 351–355.

Kusumaratna, R. K., Said, P. M., Rifky, M., Hasan, D. A. D., & Suci, W. (2025). Penguatan kapasitas guru dan konselor sebaya: Deteksi dan penatalaksanaan dini kesehatan mental-emosional siswa. Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 8(1), 47–55.

Lathifah, A. Z., Wulansari, N. M. A., & Nuraeni, A. (2024). Deteksi dini masalah perilaku psikososial pada remaja di sekolah menengah atas Kota Semarang. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 12(1), 67–74.

Mahesha, A., Anggraeni, D., & Adriansyah, M. I. (2024). Mengungkap kenakalan remaja: Penyebab, dampak, dan solusi. PRIMER: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(1), 16–26.

Mano, D., Sarijuwita, A., Firmansyah, Y., & Santoso, A. H. (2023). Penyuluhan, deteksi dini, serta brief counselling mengenai drug abuse pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara, 5(2), 53–65.

Munif, A. (2024). Sosialisasi pada remaja yang terdampak sosial media terhadap pergaulan bebas. Najwa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Noorsyarifa, G. C., & Santoso, M. B. (2023). Fungsi keluarga dalam pencegahan kenakalan remaja. Share: Social Work Journal, 13(1), 32–41.

Page, M. J., et al. (2021). The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic reviews. BMJ, 372, n71.

Pratiwi, E. A., & Wasliah, I. (2025). Peningkatan pengetahuan dan deteksi sejak dini pertumbuhan anak. Community Development Journal, 6(6).

Putri, F. E., & Sunarso. (2021). Peran pendidikan karakter dalam mencegah dan mengatasi kenakalan remaja di SMK Negeri 1 Seyegan. E-CIVICS: Jurnal Kajian Mahasiswa PPKn, 10(5), 557–568.

Ramadani, I. R. (2023). Gangguan bipolar pada remaja: Studi literatur. EduSociety: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3).

Rezkia, N., Jamain, R. R., & Novitawati. (2026). Studi deskriptif remaja awal mengenal sexual harassment. JPBK: Jurnal Pelayanan Bimbingan dan Konseling, 9(1).

Ronanda, D. Z., Sari, D. N., Tanjung, E. D. A., Wati, H., Istikhomah, J., Sabrina, L., et al. (2024). Studi literatur analisis terhadap perilaku menyimpang di kalangan remaja. Jurnal Nirta: Studi Inovasi, 3(2), 11–19.

Sahputra, D., & Hidayat, M. (2022). Dampak judi online terhadap kalangan remaja (studi kasus Tebing Tinggi). Jurnal Bimbingan Konseling, 6(2).

Sari, S. W. P., & Hijrianti, U. R. (2024). Keberfungsian keluarga terhadap kenakalan remaja di SMP X Selorejo. Jurnal Empati, 13(4), 359–368.

Sinurat, N., Zainuddin, M. B., Samosir, D. L., Ginting, M. A., & HSB, A. S. (2025). Studi karakteristik, pertumbuhan, dan perkembangan remaja usia 10–18 tahun dalam kehidupan sosial. Jurnal Christian Humaniora, 9(1), 50–60.

Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.

Sulaiman, U. (2020). Perilaku menyimpang remaja dalam perspektif sosiologi (Edisi revisi). Alauddin University Press.

Sulhan, N. A. A. (2024). Periodisasi perkembangan anak pada masa remaja. Jurnal Behavior, 4(1).

Suryana, E., Hasdikurniati, A. I., Harmayanti, A. A., & Harto, K. (2022). Perkembangan remaja awal, menengah, dan implikasinya terhadap pendidikan. Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME), 8(3).

Yulizah, Asiani, G., Randana, M. P. C., & Fanada, M. (2025). Deteksi dini masalah emosi dan perilaku siswa SMP. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 12290–12296.

Zaini, M., & Komarudin. (2022). Deteksi dini kesehatan jiwa di masyarakat Desa Sukorambi. Jurnal Keperawatan, 14(4).

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

Galuh Nabila Audry Rahmania, Rafeylah Areefa Elya, Anasari Anasari, Afiyah Nasywa Apezahli, Lidiana Rahayu Ningsih, Muhammad Roihan, & Rizki Novirson. (2026). Peran Keluarga dan Sekolah dalam Deteksi Dini Perilaku Bermasalah pada Remaja: Sebuah Tinjauan Literatur. RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 4(2), 215–225. https://doi.org/10.62383/risoma.v4i2.1606

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)