Perkembangan Moral Menurut Lawrence Kohlberg dan Perkembangan Empati Menurut Martin L. Hoffman: Integrasi Nilai dan Perasaan dalam Pembentukan Moralitas Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.62383/wissen.v3i4.1325Keywords:
Empathy, Lawrence Kohlberg, Martin L. Hoffman, Moral Development, Women's MoralityAbstract
The formation of women’s morality is a complex process involving the interaction between cognitive and affective dimensions in human psychological development. Lawrence Kohlberg’s theory emphasizes that morality develops through logical stages of reasoning oriented toward universal principles of justice, while Martin L. Hoffman highlights empathy as the affective foundation driving moral behavior. This study aims to integrate these two theories to provide a comprehensive understanding of women’s moral formation through a qualitative-analytical library research approach. The analysis examines the assumptions, strengths, and limitations of each theory to identify the convergence between cognitive morality and affective empathy. The findings reveal that justice and care are complementary aspects of human morality. Empathy serves as the emotional engine motivating moral actions, whereas cognitive reasoning provides direction and justification. Mature women’s morality is not solely based on care or empathy but represents a dynamic synthesis between rational thought and emotional understanding. This integration reflects a more holistic and contextual view of morality grounded in social relationships and human connectedness. Practically, this study recommends a moral education model that integrates rationality and empathy as the foundation for developing women’s character. Such an approach is essential to foster a generation capable of discerning right from wrong through logic while also possessing deep social awareness and emotional responsibility.
Downloads
References
Afifah, E. N., Astuti, D., Khoidah, I. A., & Masitoh, S. (2024). Pembentukan empati siswa melalui pengembangan metode pembelajaran aqidah akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. Social Science Academic, 2(2), 143-152. https://doi.org/10.37680/ssa.v2i2.5795
Aini, K., & Rini, H. P. (2023). Budaya Madura dan respon otak: Sebuah analisis neuroscience tentang empati pada remaja. Prosiding Seminar Nasional Psikologi, 9. https://conference.trunojoyo.ac.id/pub/semapsi/article/
Ali, M. (2009). Ilmu dan aplikasi pendidikan. PT. Imtima.
Appalanaidu, S. R. (2018). Pertimbangan moral dan motivasi pelajar dalam pendidikan moral. Journal of Research, Policy & Practice of Teachers & Teacher Education, 8(2), 53-70. https://doi.org/10.37134/jrpptte.vol8.no2.6.2018
Asfiyah, W. (2023). Perkembangan moral Kohlberg menurut perspektif Islam. Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(2), 113-129. https://doi.org/10.37092/bouseik.v1i2.618
Azzahra, L. L., & Angeli, R. A. (2024). Implikasi perkembangan afektif, kognitif dan psikomotorik serta moral dan spiritual peserta didik dalam pembelajaran pada sekolah dasar. Mesada: Journal of Innovative Research, 1(2), 200-210. https://doi.org/10.61253/vpzm4g97
Dinar Dewi Kania. (2019). Dilema moralitas dalam feminisme. INSISTS.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Hanafiah, M. (2024). Perkembangan moral anak dalam perspektif pendidikan (Kajian teori Lawrence Kohlberg). Ameena Journal, 2(1), 75-91. https://doi.org/10.63732/aij.v2i1.54
Hoffman, M. L. (2001). Empathy and moral development: Implications for caring and justice. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511805851
Ibda, F. (2023). Perkembangan moral dalam pandangan Lawrence Kohlberg. Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training, 12(1), 62-77. https://doi.org/10.22373/ji.v12i1.19256
Islam, U., Sultan, N., & Kasim, S. (2024). Perkembangan moral dan psikososial (emosi) siswa di era disruptif serta perspektif Islam. Israul Educational Journal: Jurnal Pendidikan, 2(2), 1-14. https://www.irbijournal.com/index.php/iejjp/article/view/66
Kamaruddin, I., Zulham, Utama, F., & Fadilah, L. (2023). Pendidikan karakter di sekolah: Pengaruhnya terhadap pengembangan etika sosial dan moral siswa. Attractive: Innovative Education Journal, 5(3), 140-150. https://doi.org/10.51278/aj.v5i3.853
Kurni, W., Anwar, H., & Febriani, N. A. (2023). Relasi gender dan transformasi sosial perspektif al-Qur'an. Jurnal Al Ashriyyah, 9(02), 139-164. https://doi.org/10.53038/alashriyyah.v9i2.175
LN, S. Y., & Wildani, M. D. (2017). Bimbingan dan konseling perkembangan: Suatu pendekatan komprehensif. Refika Aditama.
Marisa Rueda, Rodrigiez, M., & Watkins, S. A. (2007). Feminisme untuk pemula. Resist Book.
Masganti. (2009). Psikologi perkembangan anak usia dini (Pertama). Gava Media.
Nida, F. L. K. (2013). Intervensi teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg dalam dinamika pendidikan karakter. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 8(2), 271-290. https://doi.org/10.21043/EDUKASIA.V8I2.754
Nurrisaa, F., Herminab, & Norlaila, D. (2025). Pendekatan kualitatif dalam penelitian: Strategi, tahapan, dan analisis data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran (JTPP), 02(03), 793-800. https://jurnal.kopusindo.com/index.php/jtpp/index
Phillips, C. T. (2000). Family as the school of love, makalah pada National Conference on Character Building. Jakarta.
Qurrotul Ainiyah. (2017). Urgensi pendidikan perempuan dalam menghadapi masyarakat modern. Halaqa: Islamic Education Journal, 1(2), 97-109. https://doi.org/10.21070/halaqa.v1i2.1240
Riska Jumiati. (2019). Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan anak usia dini (Tinjauan hukum Islam). IAIN Palopo.
Rizal, Y. (2017). Perilaku moral remaja dalam perspektif budaya. JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling, 1(1), 35-44. https://doi.org/10.17509/jomsign.v1i1.6050
Sarbaini, S. (2016). Pertimbangan moral menurut gender peserta didik dalam pembelajaran PKN di SMA Korpri Banjarmasin. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(11), 919-929. https://ejournal.unlam.ac.id/journal/index.php
Saripudin. (2016). Pengaruh empati, self monitoring, identitas moral, dan gender terhadap perilaku prososial pada penggunaan commuter line. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Simanjuntak, S., Simbolon, F. P., Hutapea, F. C., Pendidikan, P., Kristen, A., Agama, I., & Negeri, K. (2025). Karakteristik perkembangan kognitif sosial dan moral pada masa remaja dan dewasa. Sabar: Jurnal Pendidikan Agama Kristen dan Katolik, 2(1), 159-167. https://doi.org/10.61132/sabar.v2i1.518
Siti Rahmah. (2011). Empati. Martin L. Hoffman.
Siti Rohmah Nurhayati. (2015). Nilai moral dan empati. Paradigma, 2(1), 93-104. https://doi.org/10.17509/jomsign.v1i1.6050
Styawan, R. (2025). Perkembangan moral dan etika peserta didik dalam konteks pendidikan karakter. Inklusi: Jurnal Pendidikan Islam dan Filsafat, 1(2), 41-50. https://glonus.org/index.php/inklusi/article/view/169
Suparno. (2020). Konsep penguatan nilai moral anak menurut Kohlberg. ZAHRA: Research and Thought Elementary School of Islam Journal, 1(2), 58-67. https://doi.org/10.37812/zahra.v1i2.124
Wardhani, D. A. (2022). Peran pembentukan komite sosial kesetaraan gender perempuan dalam isu stereotip. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi (JIST), 3(7), 785-798. https://doi.org/10.36418/jist.v3i7.448
Widodo, W. R. S. M., Nurudin, & Yutanti, W. (2021). Kesetaraan gender dalam konstruksi media sosial. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(1), 44-55. https://doi.org/10.33366/jkn.v3i1.73
Zahara Lutfya, Imah Yulianti, & Linda Yarni. (2024). Perkembangan moral remaja. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 3(3), 108-119. https://doi.org/10.30640/dewantara.v3i3.2851
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


