Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas di Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri

Authors

  • Nur Anggraeni Agustina Wati Universitas Negeri Malang
  • Budijanto Budijanto Universitas Negeri Malang
  • M. Yusuf Idris Universitas Negeri Malang

DOI:

https://doi.org/10.62383/wissen.v3i4.1218

Keywords:

crude birth rate, fertility, intermediate variable, socio-economic, sumberagung village

Abstract

Fertility is a tangible result of the reproduction of a person or a group of women concerning the number of children born alive. One calculation for determining fertility in general is crude birth rate, crude birth rate is the number of live births in an area every 1.000 population at midyear. Eligible couples in Sumberagung Village as much as 1.476 inhabitants is still lower when compared with the village of Tawang and Duwet village, but it has the highest number of births. CBR Sumberagung village reached 11,72 and amounted to 7,81 so that CDR in the number of inhabitants amounted to 3,91. This reserach uses a study design parameters with the correlational approach and survey method. Sampling is done proportionally random sampling with respondents who ever married women amounted to 90 people. The dependent variable in this study is fertility, while the independent variables are age at first marriage, length of reproductive period, length of contraceptive use, infant mortality, education level, and income. The results of multiple linear regression analysis shows that together independent variables affect the dependent variable fertility. Partially age at first marriage, long reproductive period, duration of use of contraception, and education level affect the fertility while infant mortality and income level had no effect on fertility. The most dominant variable influence on fertility is a long period of reproduction and the smallest contribution is income level.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adioetomo, S. M., & Samosir, O. B. (2010). Dasar-dasar demografi (Edisi ke-). Jakarta: Salemba Empat.

Ananta, A. (1993). Ciri demografi kualitas penduduk dan pembangunan ekonomi. Jakarta: Bina Aksara.

Badan Pusat Statistik Indonesia. (2016). Statistik Indonesia 2015. Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri. (2016). Kabupaten Kediri dalam angka 2015. Kediri: BPS.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri. (2016). Kecamatan Wates dalam angka 2015. Kediri: BPS.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri. (2016). Sensus penduduk Kabupaten Kediri tahun 2010. Kediri: BPS.

Budijanto, & Amiruddin, A. (1991). Demografi. Malang: IKIP Malang.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hatmadji, S. H. (1981). Dasar-dasar demografi. Jakarta: Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Ilyas, B. (1987). Kajian faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi fertilitas pasangan usia subur dalam rangka pengelolaan kependudukan (Studi kasus di Kotamadya Ujung Pandang) (Tesis tidak diterbitkan). Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Lucas, D., dkk. (1990). Pengantar kependudukan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Manning, C. (1974). Fertility and family planning in Mojolama. Yogyakarta: Lembaga Kependudukan Universitas Gadjah Mada.

Mantra, I. B. (2010). Demografi umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Mirah, S. C. (2013). Analisis faktor yang mempengaruhi fertilitas pekerja wanita di Kelurahan Tegal Besar Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember [Artikel ilmiah]. Retrieved from http://www.repository.unej.ac.id/090810101116.pdf

Mulyadi. (2003). Ekonomi sumber daya manusia: Dalam perspektif pembangunan (Edisi ke-1). Jakarta: Grafindo.

Oktavia, et al. (2014). Pengaruh tingkat pendidikan, struktur umur, dan kematian bayi terhadap fertilitas di Kota Pekanbaru. Jurnal Ekonomi, 1(2), 13.

Pradana, R. M. G. R. (2012). Pengaruh budaya kerja terhadap kinerja karyawan di Koperasi Karyawan Redying Bojonegoro (Kareb) (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

Rafidah, et al. (2009). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pernikahan usia dini di Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Berita Kedokteran Masyarakat, 25(2), 55.

Rusli, S. (1989). Pengantar ilmu kependudukan. Jakarta: LP3ES.

Saladi, & Sumanto. (1990). Pengantar ilmu kependudukan. Yogyakarta: Lembaga Kependudukan UGM.

Saleh, M. (2003). Pengaruh jenis pekerjaan dan waktu kerja wanita terhadap struktur sosial ekonomi keluarga serta fertilitas di Kabupaten Jember Jawa Timur (Disertasi tidak diterbitkan). Pascasarjana Universitas Airlangga.

Singarimbun, M. (1978). Liku-liku penurunan kelahiran. Jakarta: Aquarista Offset.

Singarimbun, M. (1987). Hubungan keluarga berencana dan fertilitas. Makalah disampaikan pada Lokakarya Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Yogyakarta, 16 Februari–7 Maret.

Sudjinggo. (1988). Teknik pengukuran demografi (Jilid 1). Jakarta: Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi.

Sumarsono, S. (2009). Teori dan kebijakan publik: Ekonomi sumber daya manusia (Edisi pertama). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sutrisni. (2010). Analisis pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan, desain produk, harga dan kepercayaan terhadap loyalitas pelanggan Indosat IM3 pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang (Skripsi tidak diterbitkan). Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro, Semarang.

Trihendradi, C. (2010). Step by step SPSS 18 analisis data statistik. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Wahyuningsih, S., et al. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas buruh tani di Desa Sidorejo Kecamatan Umbulsari Kabupaten Jember. Artikel Ilmiah, –, 5.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

Nur Anggraeni Agustina Wati, Budijanto Budijanto, & M. Yusuf Idris. (2025). Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Fertilitas di Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(4), 19–34. https://doi.org/10.62383/wissen.v3i4.1218

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.