Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Produk Lokal Rombeng Razong

Studi Kasus Di Desa Langga Sai, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur

Authors

  • Benyamin Yanko Mekor Universitas Nusa Cendana
  • Frans B. Ricky Humau Universitas Nusa Cendana
  • Syahrin B. Kamahi Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.62383/wissen.v3i4.1256

Keywords:

Empowerment, Langga Sai Village, Local Product, Role Village Government, Rombeng Razong

Abstract

This study aims to analyze the role of the Langga Sai Village Government in empowering the local product Rombeng Razong as an effort to enhance the village economy and preserve local cultural identity. Rombeng Razong is a traditional woven craft with high economic and cultural value, yet it has not been fully optimized. The research employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the village government, community leaders, local artisans and youth representatives. The findings reveal that the role of the Langga Sai Village Government as a regulator has been realized through the issuance of Village Regulation No. 4 of 2020 on Local Product Protection. However, its roles as a motivator, facilitator, and catalyst have not been effectively implemented due to limited training, technical assistance, and market access. Low community participation and weak institutional structures also hinder the development of Rombeng Razong as an economic commodity. The study concludes that the success of local product empowerment depends not only on formal regulation but also on the effectiveness of village governance, community participation, and cross-sector collaboration. The village government must therefore strengthen its political role as a driver of inclusive development based on local potential.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhawati, N. (2012). Peran pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat. Jakarta: Pustaka Ilmu.

Ahyat, M., Nurkholis, L. M., & Afriwan, O. (2020). Pemberdayaan ekonomi kreatif pengrajin ketak khas Lombok di Desa Karang Bayan. Sasambo: Jurnal Abdimas, 2(3), 109–115. https://doi.org/10.36312/sasambo.v2i3.247

Ambar, T. S. (2004). Pemberdayaan masyarakat: Konsep dan implementasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Basu Swastha, S., & Irawan, H. (1990). Marketing. Yogyakarta: Liberty.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Penelitian kualitatif untuk pendidikan: Pengantar teori dan metode. Boston: Pearson Education.

Bogdan, R. C., & Taylor, S. J. (2007). Metode penelitian kualitatif. New York: Wiley.

Cooper, H. (1988). Integrasi penelitian: Panduan untuk tinjauan pustaka. Sage Publications.

Cooper, H. (1988). Mengorganisir pengetahuan: Panduan untuk mengelola informasi. New York: Wiley.

Creswell, J. W. (2012). Penyelidikan kualitatif dan desain penelitian: Memilih di antara lima pendekatan. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Creswell, J. W. (2016). Penyelidikan kualitatif dan desain penelitian: Memilih di antara lima pendekatan (Edisi ke-4). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Esterberg, K. G. (2002). Metode kualitatif dalam penelitian sosial. Boston: McGraw-Hill.

Fada, H. L. N. (2022). Kebijakan pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Girilayu. Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat, 7(1), 1–19. https://doi.org/10.33701/j-3p.v7i1.2344

Gobe, M. (2005). Emotional branding: Paradigma baru untuk menghubungkan merek dengan konsumen. New York: Allworth Press.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2023). Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Koentjaraningrat. (1987). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kompas Travel. (2017, April 6). Rombeng Razong: Cara menghormati leluhur di Flores. Diakses 3 Februari 2023, dari https://travel.kompas.com/read/2017/04/06/070800227

Kotler, P. (1997). Marketing management: Analysis, planning, implementation, and control (9th ed.). New Jersey: Prentice Hall.

Lese, A. W. (2023). Peran pemerintah kelurahan dalam pemberdayaan kelompok tenun di Kelurahan Fatubenao Kecamatan Kota Atambua (Skripsi). Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Lofland, J. (2007). Kualitatif. Dalam Moleong, L. J. Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1992). Analisis data kualitatif. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Rauf, A. (2015). Administrasi pemerintahan desa: Pendekatan teori dan praktik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Roboguru. (2023, Februari 15). Tujuan pemberdayaan masyarakat adalah… Diakses 15 Februari 2023, dari https://roboguru.ruangguru.com

Rochmawati, A., Hadi, M., & Suwondo. (2020). Peran pemerintah dalam pemberdayaan pengrajin tenun ikat Bandar Kidul. Jurnal Administrasi Publik, 3(11), 1827–1831.

Sahabuddin, C., Syaeba, M., & Marniwati. (2021). Analisis pemberdayaan masyarakat desa melalui kegiatan ekonomi kreatif. Journal Peqguruang: Conference Series, 3(2). https://doi.org/10.35329/jp.v3i2.1530

Seputar Birokrasi. (2023, Februari 3). Belanja produk lokal: Solusi meningkatkan daya saing Indonesia. Diakses dari https://seputarbirokrasi.com

Siburian, Y. E. T., & Ivanna, J. (2024). Peran pemerintah desa dalam pemberdayaan masyarakat lokal. Majalah Ilmiah Methoda, 14(2), 189–193. https://doi.org/10.46880/methoda.Vol14No2.pp189-193

Soekanto, S. (1982). Suatu pengantar sosiologi. Jakarta: Rajawali Pers.

Soekanto, S. (2002). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Son, V. E. (2024). Peran pemerintah desa dalam memperkuat industri kerajinan tenun ikat (Skripsi). Universitas Timor, Kefamenanu.

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sumarno, I. G. (1994). Manajemen pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.

Sumodiningrat, G. (2004). Pemberdayaan masyarakat: Teori dan praktik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Wawuru, J. W., & Aryaningtyas, A. T. (2024). Pemberdayaan masyarakat melalui keterampilan lokal. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 24(2), 1125–1131. https://doi.org/10.33087/jiubj.v24i2.5110

Widjaja, H. (2003). Otonomi desa: Merupakan otonomi yang asli, bulat, dan utuh. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Wrihatnolo, R. R., & Nugroho, R. (2007). Manajemen pemberdayaan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Downloads

Published

2025-10-30

How to Cite

Benyamin Yanko Mekor, Frans B. Ricky Humau, & Syahrin B. Kamahi. (2025). Peran Pemerintah Desa dalam Pemberdayaan Produk Lokal Rombeng Razong: Studi Kasus Di Desa Langga Sai, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(4), 113–122. https://doi.org/10.62383/wissen.v3i4.1256

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.