Tradisi Masyarakat Desa Ujan Mas Lama dalam Penghormatan Terhadap Puyang

Authors

  • Wenni Septia Pratiwi Universitas Sriwijaya
  • Hudaidah Hudaidah Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.62383/risoma.v3i3.787

Keywords:

Community Beliefs, Community of Ujanmas Lama Village, Objects, Puyang, Traditions

Abstract

This study aims to describe the beliefs of people in Ujanmas Lama Village towards puyang and the customs carried out to honor them. By using documentation, interviews, and direct observation, this study uses ethnography as a method of data collection. The study shows that the residents of Ujanmas Lama Village interpret puyang as an ancestor or village founder who is respected from generation to generation. Therefore, the community has a strong belief that puyang has supernatural or magical powers that can influence their lives. Everything related to puyang relics is considered sacred and is believed to contain spiritual power, so it must be maintained and respected. This belief is reflected in various traditions that are still carried out today, such as visiting puyang graves, respecting puyang relics, and following customary laws that have been passed down since the puyang era. All of these traditions are real forms of community respect for puyang as an important part of their identity and cultural heritage.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, D. (2011). Metode penelitian sejarah Islam. Yogyakarta: Ombak.

Ahmad Rapanie Igama. (2021, Oktober 24). Surat Ulu: Tradisi Tulis Masa Lalu Sumatra Selatan. Diakses dari https://lingdy.aa-ken.jp

Alfian, A. P. (2022). Pengembangan website Desa Ujanmas Lama menggunakan metode prototyping (Skripsi, Universitas Bina Darma).

Ali Fadillah, M. (1998, Desember). Beberapa catatan tentang dua meriam Nusantara dari Galesong. Walennae, 2(1).

Daliman, A. (2012). Metode penelitian sejarah. Yogyakarta: Ombak.

Harwedi, A., Rochmiatun, E., & Otoman, O. (2022). Puyang dalam kepercayaan masyarakat Desa Ujanmas Lama Kecamatan Ujanmas Kabupaten Muara Enim. Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam, 2(1), 1–17.

Iwan Tarmizi (Kepala Desa). (2021, Agustus 17). Wawancara. Desa Ujanmas Lama, pukul 12.36 WIB.

Koentjaraningrat. (1985). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Fa. Aksara Baru.

Marlina, R. (2020). Makna puyang dalam sistem kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 123–135.

Ramadhona, N. (2019). Suntingan teks dan analisis isi pada naskah Ulu Sumatera Selatan dalam koleksi Peti PNRI No. 91/3 +. Siddhayatra: Jurnal Arkeologi, 24(1), Mei.

Retno Susanti, L. R. (2017, Desember). Nilai-nilai budaya yang terdapat pada benda peninggalan purbakala dan upaya pelestariannya. Fajar Historia, 1(2).

Ria Siombo, M., & Wiludjeng, H. (2020). Hukum adat dalam perkembangannya. Jakarta: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Rizky Andhifani, W., & Ramadhona, N. (2021). Naskah Ulu Puyang Bang Mangu’: Sebuah batas wilayah. Jurnal Arkeologi Papua, 13(1), Juni.

Rusin, A., & Assyahri, W. (2024). Kualitas pelayanan di Kantor Kepala Desa Ujan Mas Baru Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Muara Enim. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 176–184.

Yunar (Ketua Adat Kecamatan Ujanmas). (2025, Januari 27). Wawancara. Desa Ujanmas Baru, pukul 19.30 WIB.

Downloads

Published

2025-05-16

How to Cite

Wenni Septia Pratiwi, & Hudaidah Hudaidah. (2025). Tradisi Masyarakat Desa Ujan Mas Lama dalam Penghormatan Terhadap Puyang. RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 3(3), 243–252. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i3.787

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)