Self-Confidence dan Kecemasan Komunikasi Interaktif Pada Siswi Putri yang Tinggal di Asrama
Self-Confidence dan Kecemasan Komunikasi Interaktif Pada Siswi Putri yang Tinggal di Asrama
DOI:
https://doi.org/10.62383/risoma.v2i1.11Abstract
Kecemasan Komunikasi interaktif adalah bentuk reaksi negatif dari individu berupa kecemasan yang dialami seseorang ketika berkomunikasi, terutama dalam hal komunikasi interpersonal. Individu tersebut tidak mampu untuk mengantisipasi perasaan negatifnya dan sedapat mungkin berusaha untuk menghindari komunikasi. Self-confidence yang positif membuat seseorang mampu untuk mengembangkan penilaian positif terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya maka perasaan cemas saat berkomunikasi secara interpersonal menjadi berkurang. Penelitian ini bertujuan: 3) mendiskripsikan apakah terdapat hubungan antara Self-confidence dengan kecemasan Komunikasi interaktifpada pelajar putri MAN 1 Jombang yang tinggal di asrama. Variabel Bebas dalam penelitian ini adalah Self-confidence , Variabel terikatnya adalah Kecemasan Komunikasi Interpersonal. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan intrument skala Self-confidence dan dan skala kecemasan komunikasi interpersonal. Hasil uji validitas item Self-confidence diperoleh nilai validitas antara 0,349 sampai 0,744 dan penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0.958. sedangkan untuk hasil uji validitas aitem kecemasan Komunikasi interaktif diperoleh nilai validitas antara 0,349 sampai 0,801 dan penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,958. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara Self-confidence dengan kecemasan Komunikasi interaktif pada Siswi yang tinggal di asrama MAN 1 Jombang (rxy = -0,608, sig.= 0.000 < 0.05). artinya semakin tinggi Self-confidence Siswi maka semakin rendah kecemasan komunikasi interpersonalnya. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa siswi yang tinggal di asrama MAN 1 Jombang memiliki Self-confidence tinggi sebanyak 15,94% (11 orang), sedang sebesar 68,12% (47 orang), dan rendah sebesar 15,94% (11 orang). Sedangkan pelajar putri yang memiliki kecemasan Komunikasi interaktif tinggi 9 orang (13,04%), sedang sebanyak 49 orang (71,02%) dan rendah 11 orang (15,94 %).
Downloads
References
Arikunto,S. 2006. Prosedur Peneitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta:PT Rineka Cipta.
Andayani, B; Afiatin, T. 1996. Konsep Diri, Harga Diri dan Self-confidence Remaja. Jurnal Psikologi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Azwar, Saifuddin. 2009. Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Budyatma. 2005. Komunikasi Antar Pribadi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Burgoon,M & Ruffner,M. 1978. Human Communication.United States of America: Precision Typographers.
Devito, Joseph A. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Alih Bahasa: Ir. Agus Maulana MSM. Jakarta: Profesional Book.
Ellis,B.R; Gates,J.R & Konworthy,N. 2000. Interpersonal Communication Nursing. London: Pearson Professional (Komunikasi interaktif Dalam Keperawatan). Terjemahan. Jakarta: Buku Kedokteran.
Gerungan, WA. 1996. Psikologi Sosial. Bandung: Eresco.
Hadi, Sutrisno. 1991. Metodologi Research. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.
Hakim, Thursan. 2002. Megatasi Rasa Tidak Percaya Diri.
Hurlock, E. B. 1990. Psikologi Perkembangan “Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan”. Terjemahan. Jakarta:Erlangga.
Hanurawan, F.2001. Perspektif Psikologi Sosial Terhadap Komunikasi Diadik.Jurnal Ilmiah Psikologi “ARKHE” th.6/No. 2/2001 (hal.58-66). Jakarta:Fakultas Psikologi-Tarumanegara.
Lauster,P. 2006. Tes Kepribadian. Jakarta: Sinar Grafika Offset.
Liliweri, Alo. 2003. Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Lunandi, AG. 1992. Komunikasi mengena. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Mappiare, Andi. 1982. Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Martani W.; Adiyanti M.G., 1991. Kompetensi Sosial dan Self-confidence Remaja. Jurnal Psikologi, Tahun ke XVIII Nomor 1 Page 17-20.
Monks, F. J, Knoers, AM.O, Siti Rahayu Haditono. 2002. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Mu’Arifah, A. 2005. Hubungan Kecemasan & Agresivitas. Humanitas. Indonesian Psychological Journal Vol.2 No.2 Agustus 2005 (hal 102-110). Yogyakarta: Fakultas Psikologi-Universitas Gadjah Mada.
Myers, E. G. & Myers, T. M. 1985. The Dynamics Of Human Communication. New York: MC Graw-Hill, inc.
Nasution. 2002. Metode Reseach: Penelitian Ilmiah. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Nevid, S. J., Rathus, S. A., & Greene, B. 2003. Psikologi Abnormal, Edisi Kelima, Jilid 1. Jakarta : Penerbit Erlangga.
Rakhmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Ramdhani, N. 1991. Harga Diri dan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa yang sulit bergaul. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.
Rini, Jacinta. F. 2002. Memupuk Rasa Percaya Diri. Jakarta: Team e-psikologi. (online), (http://www.e-psikologi.com/epsi/artikel_detail.asp?id=84, diakses pada tanggal 19 Januari 2013).
Ubaydillah, A.N. 2006. Bagaimana Menjadi Percaya Diri. (online), (http://www.e-psikologi.com/epsi/search.asp, diakses tanggal 19 Januari 2013)
Sudjiono. 2004. Pelatihan Analisis Data SPSS Versi 11.5. Malang: FIP Jurusan BKP Universitas Negeri Malang.
Sugiyono. 2008. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suryabrata, S. 2000. Pengembangan Alat ukur Psikologi. Yogyakarta : Andi Offset.
Taylor, 2000. Cofidence In Just 7 Days. United Kingdom: Vermilion.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


