Pertanggungjawaban Tindak Pidana Pemilihan Umum yang Dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)

Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 1/Pid.S/2024/PN MDN

Authors

  • Tunggul Prasetia Rambe Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Muhammad Ridwan Lubis Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

DOI:

https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i4.1868

Keywords:

Criminal Liability, Election Offenses, Election Organizers, Legal Reasoning, Sub-district Election Committee.

Abstract

This research is motivated by the rampant institutional pathology within election management, specifically the criminal act of vote manipulation involving ad-hoc election organizers. The focus of the study is directed at the case of vote tampering during the 2024 Legislative Election by three members of the Medan Timur Sub-district Election Committee (PPK). This study aims to analyze the construction of official criminal liability in election offenses, dissect the legal reasoning (ratio decidendi) of the judges in imposing sanctions, and identify the operational constraints faced by the PPK in the field. This normative legal research utilizes a statutory approach, a case approach, and a conceptual approach, focusing primarily on the written document of the Medan District Court Decision Number 1/Pid.S/2024/PN Mdn. The results indicate that the mechanism of criminal liability against the three active commissioners of PPK Medan Timur met the elements of actus reus in the form of physical manipulation of numerical recapitulation data and mens rea in the form of direct intent (dolus directus) to alter political party votes collectively (Article 55 Paragraph 1 to-1 of the Criminal Code). The legal standing of the perpetrators as active election organizers triggered the specific statutory aggravation clause of an additional one-third sanction (delictum proprium) under Article 554 of Law Number 7 of 2017 concerning Elections, based on the principle of breach of public trust.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arief, B. N. (2010). Masalah penegakan hukum dan kebijakan hukum pidana dalam menanggulangi kejahatan. Grup Media Kencana Prenada.

Asshiddiqie, J. (2019). Pengantar ilmu hukum tata negara. Rajawali Pers.

Austin, J. (1995). The province of jurisprudence determined. Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511521546

Beccaria, C. (2015). Esai tentang kejahatan dan hukuman (Terjemahan). Kasasi.

Bentham, J. (2007). Pengantar prinsip-prinsip moral dan perundang-undangan. Dover Publications.

CNN Indonesia. (2024). Duduk perkara kasus pergeseran suara Pileg oleh 3 anggota PPK Medan Timur. http://cnnindonesia.com

Detik Sumut. (2024). PT Medan perberat hukuman 3 PPK Medan Timur jadi 8 bulan penjara. http://detik.com

Effendi, S. (2009). Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Pers Universitas Gadjah Mada.

Foucault, M. (2002). Pengetahuan dan kekuasaan: Sebuah dekonstruksi sosiologis (Terjemahan). Jendela.

Friedman, L. M. (1975). Sistem hukum: Perspektif ilmu sosial. Russell Sage Foundation.

Hamzah, A. (2008). Hukum acara pidana Indonesia. Sinar Grafika.

Hiariej, E. O. S. (2016). Prinsip-prinsip hukum pidana. Cahaya Atma Pustaka.

Indrati, M. F. (2007). Ilmu perundang-undangan: Jenis, fungsi, dan materi muatan. Kanisius.

Isra, S. (2019). Kekuasaan kehakiman dan dinamika aktivisme peradilan di Indonesia. Rajawali Pers.

Kartanegara, S. (1955). Hukum pidana: Kumpulan kuliah bagian pertama. Balai Lektur Mahasiswa.

Kelsen, H. (2011). Teori hukum murni: Dasar-dasar ilmu hukum normatif (Terjemahan). Nusa Media.

Komisi Pemilihan Umum. (2023). Pedoman teknis pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilu 2024.

Mahfud MD, M. (2009). Konfigurasi politik dan karakter produk hukum. Pers Universitas Gadjah Mada.

Marzuki, P. M. (2005). Penelitian hukum. Kencana.

Mertokusumo, S. (2009). Pembuktian hukum dalam perkara perdata dan pidana. Kebebasan.

Merton, R. K. (1968). Teori sosial dan struktur sosial. Free Press.

Moeljatno. (2002). Asas-asas hukum pidana. Rineka Cipta.

Ogburn, W. F. (1964). Tentang budaya dan perubahan sosial. University of Chicago Press.

Pengadilan Negeri Medan. (2024). Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 1/Pid.S/2024/PN Mdn.

Pengadilan Tinggi Medan. (2024). Putusan Pengadilan Tinggi Medan Nomor 1088/PID.SUS/2024/PT MDN.

Prasojo, E. (2011). Reformasi birokrasi dan desentralisasi di Indonesia. UI Pers.

Radbruch, G. (2003). Fünf Minuten Rechtsphilosophie (Filsafat hukum lima menit). C. F. Müller.

Rahardjo, S. (2009). Hukum progresif: Sebuah sintesa hukum Indonesia. Penerbitan Genta.

Remmelink, J. (2003). Hukum pidana: Komentar atas pasal-pasal terpenting dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda dan padanannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.

Sahetapy, J. E. (1982). Suatu studi khusus mengenai ancaman pidana mati terhadap pembunuhan berencana. Alumni.

Santoso, T. (2006). Memahami hukum pemilu legislatif di Indonesia. Pers Universitas Airlangga.

Soekanto, S. (1983). Faktor-faktor yang mempengaruhi penegakan hukum. Rajawali Pers.

Sutherland, E. H. (1949). Kejahatan kerah putih. Dryden Press.

Sutopo, B. (2022). Disparitas pemidanaan dalam tindak pidana khusus: Kajian terhadap rasio decidendi hakim. Jurnal Yudisial, 15(1), 45–62.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Tunggul Prasetia Rambe, & Muhammad Ridwan Lubis. (2026). Pertanggungjawaban Tindak Pidana Pemilihan Umum yang Dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) : Studi Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 1/Pid.S/2024/PN MDN. Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 3(4), 01–19. https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i4.1868

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.