Analisis Hukum Perdata terhadap Keabsahan dan Pembuktian Tanda Tangan Digital Serta Pertanggungjawaban Platform E-Wallet dalam Transaksi E-Commerce

Authors

  • As-Sifa Pebrianti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ardhita Aulia Utari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Salwa Fauziyah Anwar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Shabrina Najla Ingga Jayasti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.62383/konsensus.v2i6.1433

Keywords:

Civil Liability, Digital Signature, E-Commerce Transactions, E-Wallet, Electronic Evidence

Abstract

The rapid development of digital technology has significantly transformed financial transactions in Indonesia, particularly through the growing use of e-wallets as practical and efficient payment tools. In a country with a Muslim-majority population, ensuring that e-wallet services comply with Islamic principles—free from riba, gharar, and maysir—is essential. This study aims to analyze Indonesia’s legal politics in regulating the use of e-wallets within the Islamic financial system and to assess their alignment with sharia principles. This research employs a normative juridical method with a qualitative descriptive approach by examining laws, regulations, and fatwas related to sharia-based fintech. The findings indicate that the Indonesian regulatory framework—through the OJK, Bank Indonesia, and DSN-MUI—has attempted to harmonize policies to support sharia-compliant digital financial services. However, several challenges remain, including limited e-wallet platforms with sharia certification, low digital sharia literacy among users, and the absence of detailed technical regulations specific to sharia e-wallet operations. This study recommends strengthening regulatory guidelines, increasing public literacy, and enhancing collaboration between regulators and the fintech industry to promote the development of sharia-compliant e-wallets that are secure, innovative, and aligned with Islamic financial principles.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arkiswan, & Sari, D. P. (2021). Syarat sah kesepakatan dalam perjanjian transaksi elektronik pada aplikasi jual beli online Lazada. Jurnal Pro Hukum: Jurnal Penelitian Bidang Hukum Universitas Gresik, 10(1), 6–12. https://doi.org/10.55129/jph.v10i1.1430

Arvisya, W. C., Putra, M. A. P., Universitas Udayana, Dauh Puri Klod, & Kota Denpasar. (2025). Kekuatan mengikat perjanjian elektronik dan implikasinya terhadap kepastian hukum transaksi digital di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum, 3(11).

Chang, E., Frederica, N., & Khairunisa, R. (2024). Keabsahan transaksi jual-beli online ditinjau melalui perspektif hukum perjanjian. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 969–979. https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/6442

Fazriah, D. (2023). Tanggung jawab atas terjadinya wanprestasi yang dilakukan oleh debitur pada saat pelaksanaan perjanjian. Jurnal Hukum, 1–18. https://doi.org/10.11111/dassollen.xxxxxxx

Gatrik. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Republik Indonesia.

Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum Islam UIN Suska. (2023). Tinjauan yuridis keabsahan dan kekuatan alat bukti elektronik. JOM: Jurnal Fakultas Syariah dan Hukum.

Manasa, A. S., Lolong, W. R. J., & Rawung, H. B. R. (2025). Informasi elektronik sebagai alat bukti dalam perkara perdata di pengadilan. Khatulistiwa Law Review. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i4.7482

Martinelli, I., Wibowo, S. H., Andreas, G. F. M., & Fae, M. O. (2024). Penggunaan click-wrap agreement pada e-commerce: Tinjauan terhadap keabsahannya sebagai bentuk perjanjian elektronik. Jurnal Supremasi, 14(1), 73–86. https://doi.org/10.35457/supremasi.v14i1.2797

Mu’awanah, Y., Marhamah, S. H., Azizah, A. N., Fauzan, A., & Ibrahim, I. (2025). Keabsahan suatu perjanjian. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 174–181. https://doi.org/10.53935/jim.v3.i1.40

Notary Law Journal. (n.d.). Digitalisasi tanda tangan secara elektronik dengan menggunakan akta notaris. Notary Law Journal ULM.

Pengadilan Tinggi Agama Jakarta. (n.d.). Eksistensi alat bukti elektronik pada pembuktian perkara perdata.

Ramdani, A. (2020). Hukum transaksi elektronik dan perlindungan konsumen di Indonesia. Prenadamedia Group.

Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Republik Indonesia. (2016). Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sanusi. (2021). Transformasi hukum di era digital: Tantangan dan peluang (Vol. 3). PT Media Penerbit Indonesia.

Susanto, Y. (2023). Perkembangan tanggung jawab hukum platform digital di era ekonomi elektronik. Jurnal Ilmu Hukum, 9(1), 55–68.

Susilowati, Muhtarom, & Junaidi. (n.d.). Analisis yuridis keabsahan tanda tangan digital dalam transaksi e-commerce di Indonesia.

Tektona, R. I., & Laoly, S. R. (2023). Kepastian hukum tanda tangan digital pada platform PrivyID di Indonesia. Acta Diurnal: Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan dan Ke-PPAT-an, 6(2). https://doi.org/10.23920/acta.v6i2.1141

Wibowo, A. (2020). Implementasi perlindungan konsumen dalam layanan keuangan digital di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia.

Widananti. (2024). Tanggung jawab hukum berdasarkan Pasal 1365 KUH Perdata terhadap tertanggung yang mengalami kerugian dalam kasus gagal bayar asuransi jiwa. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.10516229

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

As-Sifa Pebrianti, Ardhita Aulia Utari, Salwa Fauziyah Anwar, & Shabrina Najla Ingga Jayasti. (2025). Analisis Hukum Perdata terhadap Keabsahan dan Pembuktian Tanda Tangan Digital Serta Pertanggungjawaban Platform E-Wallet dalam Transaksi E-Commerce. Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 2(6), 79–87. https://doi.org/10.62383/konsensus.v2i6.1433

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.