Peran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 8 pada Era Digital di SMPN 1 Boyolangu

Authors

  • Ajeng Arina Manasikana Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
  • Hendra Pratama Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

DOI:

https://doi.org/10.62383/wissen.v3i2.815

Keywords:

Critical Thinking Ability, Social Science, Teacher's Role

Abstract

Critical thinking skills are essential for every student, especially in today's digital era, where information is spread so freely and without limits. Students need to be taught how to think critically to make the right decisions regarding the information obtained. At school, developing critical thinking skills will help students face increasingly complex challenges. In this case, teachers play a very important role in guiding and educating students to develop these skills well. The objectives of this study are: 1) To find out the role of social studies teachers in improving the critical thinking skills of 8th grade students in the digital era of Ngeri 1 Boyolangu Junior High School. 2) To find out the steps used by social studies teachers to develop critical thinking skills of 8th grade students at Ngeri 1 Boyolangu Junior High School. 3) To find out the inhibiting and supporting factors in developing students' critical thinking skills. The approach used in this research is qualitative. data collection procedures in this study using observation, interviews and documentation. Data analysis techniques are carried out through data collection, data reduction, data display, and data verification. Research Results: 1) Teachers play a role in designing lesson plans with varied learning methods, in each method there are discussion activities, teaching by taking real problems in accordance with the reality related to the material in the classroom, familiarizing students to ask, answer, provide input and provide simple solutions related to the problems given.2) Steps to Develop Students' Critical Thinking Skills, including teachers getting students used to asking questions, answering, providing simple solutions related to the problems given. Teachers use digital media, such as PowerPoint and websites, as well as game-based learning, which not only makes learning more interesting but also supports students' critical thinking skills through technology. Teachers provide positive motivation to encourage students to participate more actively in learning. 3) The inhibiting factors include the rapid flow of digital information, “filter bubble,” lack of digital literacy, and low learning independence. Supporting factors include motivation from teachers or parents and students' intellectual development, which encourages exploration of information and a higher learning spirit.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah Idi. (2016). Pengembangan kurikulum teori dan praktik. PT Raja Grafindo Persada.

Ahmad Fauzi. (2016). Daya serap siswa terhadap pembelajaran taksonomi pendidikan agama Islam. Jurnal Pusaka, 8.

Alexandro, R., Misnawati, & Wahidin. (2021). Profesi keguruan (Menjadi guru profesional). Gue.

Ananda, R., & Abdillah. (2018). Pembelajaran terpadu (hlm. 135). LPPPI.

Budianti, Y., Dahlan, Z., & Sipahutar, M. I. (2022). Kompetensi profesional guru pendidikan agama Islam. Jurnal Basicedu, 6(2), 2565–2571.

Departemen Agama RI. (2006). UU RI Th.2005 tentang guru dan dosen serta UU RI No.20 Th.2003 tentang SISDIKNAS. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Departemen Pendidikan Nasional. (2012). Pedoman pembelajaran tuntas (mastery learning). Departemen Pendidikan Nasional.

Edy Surahman, & Mukminan. (2017). Peran guru IPS sebagai pendidik dan pengajar dalam meningkatkan sikap sosial dan tanggung jawab sosial siswa SMP. Jurnal Pendidikan IPS, 4(1), 3.

Elaine, B. J. (2009). Contextual teaching and learning. Mizan Learning Centre (MLC).

Hamalik, O. (2009). Psikologi belajar mengajar. Sinar Baru Algensindo.

Hamzah B. Uno, & Mohamad, N. (2014). Belajar dengan pendekatan PAILKEM: Pembelajaran aktif, inovatif, lingkungan, kreatif, efektif, menarik (pp. 60–61). Bumi Aksara.

Hanafi, H., La Adu, & Muzakkir, H. (2018). Profesionalisme guru dalam pengelolaan kegiatan pembelajaran di sekolah.

Hasanah, H. (2017). Teknik-teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163

Hassan, A. M. (2009). Ciri guru ideal era globalisasi dalam pendidikan karakter di zaman keblinger. PT Grasindo.

Isti Yuadarma. (2017). Upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis menggunakan metode studi kasus pada pembelajaran IPS kelas IV SD. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(6), 578.

Johnson, E. B. (2009). Contextual teaching and learning. Mizan Learning Centre (MLC).

Joko Subagyo. (2004). Metode penelitian dalam teori dan praktik (hlm. 86). Rineka Cipta.

Kania, W., & Widiastuti, W. (2021). Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, 3(1), 259–264.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Surah Al-Mujadalah (58:11). Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Balitbang Diklat Kemenag RI.

Kristiawan, M., Safitri, D., & Lestari, R. (2017). Manajemen pendidikan. Deepublish.

Lestari, D. H., & Kurnia, H. (2023). Implementasi model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kompetensi profesional guru di era digital. JPG: Jurnal Pendidikan Guru, 4(3), 205–222.

Lexy J. Moleong. (2006). Metode penelitian kualitatif (hlm. 248). Rosda Karya.

M. Basyiruddin Usman. (2002). Metodologi pembelajaran (hlm. 36). Ciputat Pers.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (pp. 12–14). Sage Publications.

Mudlofir, A. (2013). Pendidik profesional. Rajawali Pers.

Muhammad Yamin, & Syahrir, S. (2020). Pembangunan pendidikan Merdeka Belajar (Telaah metode pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(1), 129.

Muliadi, A. (2021). Pengaruh penerapan PAIKEM terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) siswa kelas V SDN 265 Uddungeng Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar].

Muliadi, A. (n.d.). Pengaruh penerapan PAIKEM terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan.

Neni. (2023). Meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui pembelajaran aktif. Jurnal Al-Idarah, 2(2), 96–103.

Notanubun, Z. (2019). Pengembangan kompetensi profesionalisme guru di era digital (abad 21). Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 3(2), 54.

Nurfadhillah, S., dkk. (2021). Peranan media pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar siswa SDN Kohod III. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(2), 243–255.

Priyatni, E. T. (2010). Buku ajar program pengalaman lapangan micro teaching. Dalam LP3 UM (Ed.), Keterampilan menggunakan media (pp. 1–7). UPT PPL UM. https://id.scribd.com

Purwanto, N. (n.d.). Psikologi pendidikan. PT Remaja Rosdakarya.

Rahayu, I. T. (2023). Analisis hasil pengaruh perkembangan Iptek terhadap hasil belajar siswa SD/MI. HYPOTHESIS: Multidisciplinary Journal of Social Sciences, 2(1), 97–110.

Rohmah, M. (2024). Pengaruh asesmen otentik dengan asesmen tradisional dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Jurnal Motivasi Pendidikan, 2(3), 151–158. https://doi.org/10.59581/jmpb-widyakarya.v2i3.3865

Rusman. (2009). Manajemen kurikulum (Cet. 2). Rajawali Press.

Samba, S. (2007). Lebih baik tidak sekolah. LKiS.

Sapriya. (2017). Pendidikan IPS: Konsep dan pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.

Saud, U. S. (2009). Pengembangan profesi guru. Alfabeta.

Shofiyah Maqbullah, dkk. (2018). Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran di sekolah dasar. Metodik Didaktik, 13(2), 106–112.

Silvia Fitri, dkk. (2023). Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan berpikir kritis warga belajar pendidikan kesetaraan paket C di SKB Kuningan. Journal of Community Education, 1(1), 14.

Siti Mujanah, & Sumiati. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi critical thinking dan pengaruhnya terhadap prestasi mahasiswa UNTAG Surabaya dan mahasiswa UITM Puncak Alam Malaysia. Seminar Nasional Konsorsium UNTAG Indonesia ke-2 Tahun 2020. ISBN: 978-623-96163-3-5.

Sugiyono. (2015). Metode penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan R&D (hlm. 225). Alfabeta.

Suhaimi Arikunto. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik (hlm. 129). Rineka Cipta.

Supardi. (2016). Penilaian autentik pembelajaran afektif, kognitif, dan psikomotor: Konsep dan aplikasi (hlm. 152–154). Rajawali Pers.

Surya, H. (2011). Strategi jitu mencapai kesuksesan belajar. Elek Media Komputindo.

Surya, M. (2003). Percikan perjuangan guru. Aneka Ilmu.

Suyono, & Hariyanto. (2017). Belajar dan pembelajaran: Teori dan konsep belajar. Remaja Rosdakarya.

Tasrif. (2008). Pengantar dasar IPS. Genta.

Umar, S. S. (2024). Komunikasi pembelajaran di era digital. https://repository-penerbitlitnus.co.id/id/eprint/214/1/15.KOMUNIKASI PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL.pdf

Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. (2015). Nomor 14 Tahun 2015 Pasal 1.

Widiastuti, W., & Kania, W. (2021). Penerapan metode diskusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Jurnal Pendidikan Ekonomi Indonesia, 3(1), 259–264. https://ejournal.upi.edu/index.php/JPEI

Wingkel. (2007). Psikologi pengajaran (Cet. X). Media Abadi.

Winkel, W. S. (2014). Psikologi pengajaran (pp. 283–288). Sketsa.

Yarsama, K. (2021). Profil pendidik ideal pada abad XXI. Jurnal Widyadari, 22(1), 28.

Zainuddin Notanubun. (2019). Pengembangan kompetensi profesionalisme guru di era digital (Abad 21). Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, 3(2), 54.

Downloads

Published

2025-05-26

How to Cite

Ajeng Arina Manasikana, & Hendra Pratama. (2025). Peran Guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas 8 pada Era Digital di SMPN 1 Boyolangu. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(2), 306–325. https://doi.org/10.62383/wissen.v3i2.815

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.