Hubungan Intensitas Komunikasi Interpersonal Antara Orang Tua dan Anak dengan Kenakalan Anak
(Studi Kasus Siswa SMA Negeri 6 Kota Bengkulu)
DOI:
https://doi.org/10.62383/wissen.v3i1.577Keywords:
Barriers, Children and Parents, Interpersonal Communication, Social InteractionAbstract
The intensity of interpersonal communication between parents and children involves actions and interactions that influence children’s behavior. This study aims to identify the forms of juvenile delinquency and the intensity of interpersonal communication between parents and children. The main issues in communication include aspects of openness, empathy, support, positive attitudes, and equality. The study employs a qualitative approach with a descriptive method, purposive sampling technique, and data collection through interviews, observations, and documentation. Data analysis is conducted through the stages of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing using triangulation. The results show that a lack of open communication between children and parents, insufficient empathy, lack of support, and inadequate positive attitudes and equality in communication can trigger juvenile delinquency. Additionally, internal family conflicts act as barriers to communication, leading to tension and causing children to withdraw and avoid interaction with their parents.
Downloads
References
Books:
Ayun, Q. (2017). Pola asuh orang tua dan metode pengasuhan dalam membentuk kepribadian anak. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 5(1), 102. https://doi.org/10.21043/thufula.v5i1.2421
Cangara, H. (2016). Pengantar ilmu komunikasi (2nd ed.). Rajawali Pers.
Devito, J. A. (2013). The interpersonal communication book (13th ed.). Pearson Education.
Liliweri, A. (2017). Komunikasi antarpersonal. Prenadamedia.
Morissan. (2013). Teori komunikasi: Individu hingga massa. Prenada.
Morissan. (2017). Teori komunikasi massa. Ghalia Indonesia.
Sofyan, S. (2008). Remaja dan masalahnya. Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan RD. Alfabeta.
Sunarsih. (2015). Komunikasi dan interaksi keluarga. Universitas Pendidikan Indonesia. http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/SUNARSIH/KOMUNIK_KELUARGA.pdf
Zamroni, M. (2009). Filsafat komunikasi: Pengantar ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Graha Ilmu.
Journals:
Fauziyyah, F. (2016). Hubungan intensitas zikir dengan kontrol diri pada remaja awal di Ponpes Al-Itqon Tlogosari Wetan Pedurungan Semarang. Skripsi, UIN Walisongo, Semarang. https://www.antaranews.com/berita/3381300/selama-2022-terdapat-323-kasus-kenakalan-remaja-di-jakarta-selatan
Lastri, S., Hayati, E., & Nursyifa, A. (2020). Dampak kenakalan remaja untuk meningkatkan kesadaran dari bahaya kenakalan remaja bagi masa depan. Jurnal Loyalitas Sosial: Journal of Community Service in Humanities and Social Sciences, 2, 1-10.
Rini, W. (2020). Komunikasi interpersonal orang tua dengan kenakalan remaja. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 8(3), 513-528.
Santrock, J. W. (2007). Remaja. Erlangga.
Saputro, K. Z. (2018). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama, 17(1), 25-32.
Sarwono, S. (2011). Psikologi remaja. PT Raja Grafindo Persada.
Suranto, A. W. (2010). Komunikasi sosial budaya. Graha Ilmu.
Siregar, N. S., Wasidi, W., & Sinthia, R. (2018). Hubungan antara komunikasi interpersonal orang tua dan anak dengan perilaku kenakalan remaja. Consilia: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling, 1(1), 26-35.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


