Analisis Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pencurian dengan Pemberatan yang Dilakukan Secara Bersama-Sama

Studi Putusan Nomor 880/Pid.B/2025/PN Kis

Authors

  • Juliarman Siahaan Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
  • Muhammad Hizbullah Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah

DOI:

https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i4.1870

Keywords:

Aggravated Theft, Criminal Liability, Joint Action, Participation, Theft

Abstract

Aggravated theft committed jointly is a crime against property subject to heavier penalties under Article 363 of the Criminal Code. Decision Number 880/Pid.B/2025/PN Kis is relevant because Defendant Angga Afraga Nasrullah committed the theft with April, who is on the wanted list, with unequal roles, while the element of “committed together” was not separately explained in the judge’s considerations. This study analyzes the criminal responsibility of perpetrators of jointly committed aggravated theft in the decision. It uses normative juridical research with descriptive-analytical, statutory, and case approaches. Secondary data, consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials, were collected through literature and document studies and analyzed qualitatively. The results show that aggravated theft committed jointly is regulated through Article 362 as the principal offense, Article 363 paragraphs (1) and (2) as aggravating provisions, and Article 55 as the participation provision. The defendant fulfilled the elements of criminal responsibility and qualified as a co-perpetrator (medepleger), although his role differed from April’s. The judge’s considerations were generally consistent with applicable criminal law provisions, but did not explicitly describe the element of joint participation or Article 55 in judicial reasoning. Therefore, future decisions should clearly explain participation to strengthen overall legal certainty and consistency

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adami Chazawi. (2011). Kejahatan Terhadap Harta Benda. Malang: Bayumedia Publishing.

Adami Chazawi. (2016). Pelajaran Hukum Pidana Bagian 3: Percobaan dan Penyertaan. Jakarta: Rajawali Pers.

Ahmad Rifai. (2014). Penemuan Hukum oleh Hakim dalam Perspektif Hukum Progresif. Jakarta: Sinar Grafika.

Andi Hamzah. (2014). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Asshiddiqie, Jimly. (2019). Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: Rajawali Pers.

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Kriminal 2024. Jakarta: BPS.

Barda Nawawi Arief. (2010). Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Hukum Pidana dalam Menanggulangi Kejahatan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Chairul Huda. (2006). Dari Tiada Pidana Tanpa Kesalahan Menuju Kepada Tiada Pertanggungjawaban Pidana Tanpa Kesalahan. Jakarta: Kencana.

Detik Sumut. (2024). Kasus Pencurian di Asahan, Pelaku Curi 50 Lembar Seng dan 3 Gerobak. Diakses dari https://www.detik.com/sumut.

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. https://putusan3.mahkamahagung.go.id.

Fajar, Mukti & Yulianto Achmad. (2017). Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Global Initiative Against Transnational Organized Crime. (2023). The Global Organized Crime Index 2023. Geneva: Global Initiative.

Hamzah, Andi. (2014). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Indonesia. (1981). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76.

Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157.

Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 1.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)/Wetboek van Strafrecht.

Kompas. (2025). Polres Aceh Singkil Ungkap Kasus Pencurian Mesin Hand Traktor. Diakses dari https://www.kompas.com.

Lamintang, P.A.F. & Theo Lamintang. (2019). Delik-Delik Khusus Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan. Jakarta: Sinar Grafika.

Lamintang, P.A.F. (2013). Dasar-Dasar Hukum Pidana Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Marzuki, Peter Mahmud. (2017). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.

Moeljatno. (2008). Asas-Asas Hukum Pidana. Jakarta: Rineka Cipta.

Muladi. (1995). Teori-Teori dan Kebijakan Pidana. Bandung: Alumni.

Prasetyo, B. (2020). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pencurian dengan Pemberatan yang Dilakukan Secara Bersama-sama. Jurnal Hukum dan Peradilan, 9(2), 145-162.

Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri. (2024). Data Kriminalitas Nasional Tahun 2023. Jakarta: Bareskrim Polri.

Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri. (2025). Data Kriminalitas Periode Januari 2025. Jakarta: Bareskrim Polri.

Putusan Pengadilan Negeri Kisaran Nomor 880/Pid.B/2025/PN Kis tentang Pencurian dengan Pemberatan.

R. Soesilo. (1995). Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal. Bogor: Politeia.

Santoso, B. (2021). Penerapan Pasal 55 KUHP dalam Tindak Pidana Pencurian yang Dilakukan Secara Bersama-sama. Jurnal Hukum Pidana, 10(1), 78-95.

Soekanto, Soerjono & Sri Mamudji. (2015). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: Rajawali Pers.

Sudarto. (1990). Hukum Pidana I. Semarang: Yayasan Sudarto.

Wijaya, A. (2022). Analisis Putusan Pencurian dengan Pemberatan dalam Perspektif Keadilan Restoratif. Jurnal Hukum dan Keadilan, 11(3), 210-228.

Wirjono Prodjodikoro. (2014). Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.

Downloads

Published

2026-08-10

How to Cite

Juliarman Siahaan, & Muhammad Hizbullah. (2026). Analisis Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Pencurian dengan Pemberatan yang Dilakukan Secara Bersama-Sama : Studi Putusan Nomor 880/Pid.B/2025/PN Kis. Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 3(4), 61–76. https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i4.1870

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 

You may also start an advanced similarity search for this article.