Strategy for Developing Agribusiness Partnership Patterns of Farmer Groups at the Agricultural Extension Center (BPP) of East Dumai District, Dumai City
DOI:
https://doi.org/10.62383/fundamentum.v1i4.1536Keywords:
Agribusiness Partnership, Capacity Building, Farmer Empowerment, Farmer Groups, Institutional StrengtheningAbstract
This community service program was motivated by the suboptimal development of agribusiness partnership patterns among farmer groups assisted by the Agricultural Extension Center (BPP) of East Dumai District, Dumai City, which has resulted in low productivity, limited value added, and weak bargaining power of farmers. The program aimed to enhance farmers’ understanding, capacity, and readiness to develop sustainable agribusiness partnership strategies. The method applied was a community organizing approach through counseling, participatory discussions, and mentoring involving five farmer groups with a total of 15 farmers. The results indicate an improvement in farmers’ understanding of agribusiness partnership concepts and models, a shift in mindset from individual to collective group-based farming, and the emergence of initial agreements to develop simple partnership schemes with local agribusiness actors. In addition, farmers showed increased readiness in managerial aspects, product quality improvement, and communication with potential partners. This program contributes to strengthening farmer group institutions and provides a foundation for developing more structured and sustainable agribusiness partnerships.
Downloads
References
Ambar, T. S. (2004). Kemitraan dan model-model pemberdayaan. Gava Media.
Amin, N., Setiawan, I., & Rochdiani, D. (2019). Faktor pendukung kinerja penyuluh pertanian swadaya dalam mendorong regenerasi petani di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan, 14(1), 27–35.
Ardieansyah, A. (2019). Analisis nilai-nilai sosial dan budaya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan di Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis, 1(2), 76–97. https://doi.org/10.36917/japabis.v1i2.26
Arifin. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Indonesia. Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis, 1(2), 1–8. https://doi.org/10.36917/japabis.v1i2.9
Aris, Sumardjo, S., Jaka, S., & Wahyu. (2004). Teori dan praktik kemitraan agribisnis. Penebar Swadaya.
Downey, W. D., & Erickson, S. P. (1992). Manajemen agribisnis. Erlangga.
Effendi, N. (2019). Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat nelayan. Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis, 1(1), 51–67. https://doi.org/10.36917/japabis.v1i1.10
Elizabeth, R. (2011). Strategi pencapaian diversifikasi dan kemandirian pangan: Antara harapan dan kenyataan. IPB Press.
Fahrudin, A. (2005). Pemberdayaan, partisipasi, dan penguatan kapasitas masyarakat. Humaniora.
Hafsah, M. J. (2000). Kemitraan usaha: Konsepsi dan strategi. Pustaka Sinar Harapan.
Hendhi, A. (2014). Peranan kelompok tani dalam penerapan pertanian organik di Kabupaten Klaten. [Laporan penelitian].
Hildawati. (2020). Indeks kepuasan masyarakat (IKM) kelompok nelayan tuna terhadap program CSR PT Pertamina RU II Dumai. Publika: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 6(2). https://doi.org/10.25299/jiap.2020.vol6(2).5965
Hildawati. (2021). Pemulihan ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19 melalui transformasi strategi bisnis UMKM. Jurnal Ekonomi dan Statistik Indonesia, 1(3). https://doi.org/10.11594/jesi.01.03.03
Maulidah, S. (2012). Pengantar manajemen agribisnis. UB Press.
Mirza, D., & Ramadhan, S. (2023). Menggalang kerjasama kewirausahaan pemuda dalam pembangunan ekonomi lokal. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 121–126.
Mulyono, M. (2001). Pola pengembangan penyuluhan pertanian berorientasi agribisnis pada era otonomi daerah. Departemen Pertanian.
Murdiyanto, E., & Kundarto, M. (2012). Membangun kemitraan agribisnis: Inovasi program corporate social responsibility (CSR). Yayasan Bina Karta Lestari.
Natawidjaja, R. S., Endah, D., & Mukti, G. M. (2008). Kajian dampak sosial ekonomi budidaya padi SRI bagi petani dan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Pusat Penelitian Kebijakan Pertanian dan Agribisnis Universitas Padjadjaran.
Nurhayati, S., Sari, Y., Hildawati, & Wahyuni, L. (2022). Pemberian kredit pada UEK Lubuk Jaya Kota Dumai. Jurnal Administrasi Publik dan Bisnis, 4(2), 1–10. https://doi.org/10.36917/japabis.v4i2.49
Panji, A. (2007). Manajemen agribisnis. Rineka Cipta.
Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani.
Purnaningsih, N. (2007). Strategi kemitraan agribisnis berkelanjutan. Sodality: Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, 1(3), 393–416. https://doi.org/10.22500/sodality.v1i3.5899
Sumardjo, Aris, S., Jaka, S., & Wahyu. (2004). Teori dan praktik kemitraan agribisnis. Penebar Swadaya.
Susanti, et al. (2013). Pengaruh kemitraan terhadap produksi dan pendapatan usahatani sayuran di Kabupaten Bogor. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Institut Pertanian Bogor. https://doi.org/10.29244/fagb.4.1.17-34
Wahyuni, L., & Shaliza, F. (2021). Evaluasi kebijakan program di bidang tanaman pangan dan hortikultura dalam rangka pengentasan kemiskinan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai. Jurnal Niara, 14(2), 59–66. https://doi.org/10.31849/niara.v14i2.6247
Wahyuni, L., Hijeriah, E. M., & Rejek, M. (2022). Analisis partisipasi masyarakat dalam pembangunan di Kepenghuluan Mumugo Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir. Jurnal Administrasi Publik, 8(118), 57–63. https://doi.org/10.36917/japabis.v4i2.52
Zakaria, F. (2015). Pola kemitraan agribisnis. Ideas Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 FUNDAMENTUM : Jurnal Pengabdian Multidisiplin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


