Therapy Play sebagai Upaya Trauma Healing oleh Komunitas Kejar Mimpi Cianjur pada Penyintas Anak-anak Bencana Bumi Cianjur 2022

Authors

  • Lia Maliadani Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Wa Ode Asmawati Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.62383/wissen.v2i1.54

Keywords:

Trauma Healing, Earthquake, Cianjur

Abstract

In November 2022, Cianjur experienced an earthquake with a magnitude of 5.6 on the SR, which was followed by several aftershocks. As a result, the people of Cianjur experienced material and non-material losses such as houses being damaged or even collapsed, the loss of family members, or post-disaster trauma, especially for children. One of the communities working to help survivors is KM Cianjur, which focuses on trauma healing activities for children. This research uses descriptive-qualitative methods by collecting data through interviews and documentation. The total research population was 380 children in 4 villages, and the research subjects used random sampling techniques, namely 100 children in Kp Cirumput. The results of this research are trauma healing carried out by the KM Cianjur community using play therapy such as fun games, singing, and games with elements of knowledge. As a result of trauma healing, there are positive changes in children, as evidenced by the return of their functioning and their lifestyles starting to improve.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, I. R. (2015). Intervensi Komunitas & Pengembangan Masyarakat sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi UI.

Annisa, N.P 2021. Pendampingan Psikososial Terhadap Penderita Tbc Dalam Program Case Management Aisyiyah. Skripsi. Tidak diterbitkan, Fisip UMJ. Jakarta

Afiati, E., Handoyo, A. W., Muhibah, S., & Al Hakim, I. (2020). Terapi bermain bagi siswa korban bencana tsunami di Kecamatan Sumur Banten. Jurnal Penelitian Bimbingan Dan Konseling, 5(1).

Atwii, Franziska. (2022). World Risk Report Focus:Digitalization. Bochum : World Risk Report 2022.

Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Update Bencana Gempa Bumi Cianjur 2022. (04 Januari 2023). Bnpb.co.id http://gis.bnpb.go.id/cianjur2022

Efendi, Ferry & Makhfudli. (2009). Keperawatan Kesehatan Komunitas, Jakarta : Salemba Medika

Hasanah, M., Fitri, W., & Wusqa, U. (2023). Terapi Bermain Dalam Mengurangi Trauma Pada Anak Korban Kekerasan. Al Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 14(01), 38-50.

Husein,Achmad & Aidil Onasis. (2017). Manajemen Bencana, Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan BPPSDMK.

Indonesia. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaga Negara Tahun 2007 No 66.

Kusmawati, A. (2021). Modul Terapi Psikososial. Universitas Muhammadiyah Jakarta

Maarif, S. (2010). Bencana dan Penanggulangannya Tinjauan Aspek Sosiologi.Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana Volume 1 No 1.

Meiliadewi, E. W. R. (2020). Pemberian Terapi Bermain Menurunkan Trauma Pada Anak Korban Bencana Alam.

Pratiwi, S. A. (2017). Play therapy untuk post traumatic stress disorder pada anak korban bencana. In Proceeding International Conference (pp. 31-38).

Widha, L., & Aulia, A. R. (2019). Play therapy sebagai bentuk penanganan konseling trauma healing pada anak usia dini. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 16(1), 100-111.

Raharjo, S. T. (2016). Kearifan Lokal, Keberfungsian Sosial dan Penanganan Bencana. Share: Social Work Journal, 3(2).

Rusman, A.D.,dkk. (2021). Covid 19 dan Psikososial Masyarakat di Masa Pandemi, Jawa Tengah : Penerbit NEM

Setyowati, D.L (2019) Pendidikan Kebencanaan, Semarang : Universitas Negeri Semarang

Suardi. (2018). Sosiologi Komunitas Menyimpang, Yogyakarta : Penerbit Writing Relovution.

Sumarni, dkk. (2020) Pelayanan Sosial Remaja Putus Sekolah, Malang : Intelegasia Media

Downloads

Published

2024-02-22

How to Cite

Lia Maliadani, & Wa Ode Asmawati. (2024). Therapy Play sebagai Upaya Trauma Healing oleh Komunitas Kejar Mimpi Cianjur pada Penyintas Anak-anak Bencana Bumi Cianjur 2022. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 163–175. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i1.54