Evaluasi Kebijakan Pemerintah Kota Tanjungpinang Dalam Pengembangan Objek Wisata Di Pulau Penyengat

Authors

  • Jesica Pasaribu Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Fitri Kurnianingsih Universitas Maritim Raja Ali Haji
  • Umrah Umrah Universitas Maritim Raja Ali Haji

DOI:

https://doi.org/10.62383/wissen.v2i1.40

Keywords:

Evaluation Policy, Tourist Object, Destination

Abstract

This research refers to Regional Regulation No. 8 of 2018 of Tanjungpinang City, Chapter IV concerning Management of Tourism Objects article 7 (seven) paragraph 1 (one) which reads that those responsible for managing Penyengat Island cultural tourism are carried out by the Regional Government. The purpose of this research is to analyze the role of the Tanjungpinang City Culture and Tourism Office in developing tourism objects on Penyengat Island. The research method used is Descriptive Qualitative with a case study approach to determine the results in the study, with data collection techniques by observation, interview and documentation. The results showed that the Tanjungpinang City Culture and Tourism Office in implementing the Penyengat Island management policy was assisted by the Penyengat Island community in the form of a Tourism Awareness Group (POKDARWIS) which helped the Tanjungpinang City Culture and Tourism Office in implementing the Penyengat Island management policy. The conclusion of this research is that the policy evaluation process carried out by the Tanjungpinang City Culture and Tourism Office is to revitalize several parts and develop tourism on Penyengat Island with a religious and Malay cultural base. Thus, Penyengat Island is able to be visited by tourists with the intention and purpose of knowing the historical heritage of the phallus kingdom.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardiansyah, H., Junianto, M. B. S., & Machfud, S. (2020). Sistem penunjang keputusan penentuan penerima dana bantuan rumah tidak layak huni dengan metode smarter dan topsis pada desa rawakalong. Jurnal Saintekom, 10(1), 26-36.

Asa, D. M. (2015). Enanganan Permukiman Kumuh Di Kelurahan Panggungrejo Kota Pasuruan. 2, 2.

Dika, A. F. (2021). Faktor-Faktor Penyebab Munculnya Permukiman Kumuh Daerah Perkotaan Di Indonesia (Sebuah Studi Literatur). 1, 2.

Farida, N. (2018). Kinerja Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan Melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rs-Rtlh). Universitas Surakarta.

Gede, I. W. K. A. (2020). Analisis Dampak Program Bedah Rumah Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Dan Pengentasan Kemiskinan Di Kecamatan Tejakula Buleleng. 9.

Kasiami, S. (2019). Evaluasi Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Di Bojonegoro. Ilmu Administrasi Negara, 3.

Khairunnisa. (2019). Peranan Bsps Terhadap Ekonomi Dan Sosial Penerima Bantuan Di Kecamatan Simpang Empat. 2.

Kristiani, W. (2022). Indikator Rumah Tidak Layak Hunidalam Perencanaan Pembangunan Daerah Di Provinsi Jawa Tengah. Kediklatan Widya Praja, 2.

Muharam, R. S., & Rusli, B. (2019). Implementasi Program Rumah Tidak Layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Bandung. Konferensi Nasional Ilmu Administrasi, 3(1).

Nalatissifa, H., & Ramdhani, Y. (2020). Sistem Penunjang Keputusan Menggunakan Metode Topsis Untuk Menentukan Kelayakan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). MATRIK: Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer, 19(2), 246-256.

Nida, K. (2019). Kinerja Organisasi Dinas Sosial Dalam Implementasi Program Rumah Tidak Layak Huni Sebagai Penanggulangan Kemiskinan Di Kabupaten Cirebon. 1.

Nisa, N. K., & Salomo, R. V. (2019). Keterlibatan Masyarakat dalam Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Pabedilankulon Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon. JPSI (Journal of Public Sector Innovations), 4(1), 1-7.

Nugroho, B. E., & Pradana, G. W. (2021). Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Melalui Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Kota Surabaya. 9.

Downloads

Published

2024-02-06

How to Cite

Jesica Pasaribu, Fitri Kurnianingsih, & Umrah Umrah. (2024). Evaluasi Kebijakan Pemerintah Kota Tanjungpinang Dalam Pengembangan Objek Wisata Di Pulau Penyengat. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(1), 26–41. https://doi.org/10.62383/wissen.v2i1.40

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.