Tinjauan Yuridis terhadap Penerapan Ganti Rugi Akibat Wanprestasi Debitur dalam Perjanjian Kredit

Authors

  • As-Sifa Pebrianti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Salwa Fauziyah Anwar Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ardhita Aulia Utari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Shabrina Najla Ingga Jayasti Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i3.1799

Keywords:

Breach of Contract, Civil Code, Compensation, Credit Agreement, Debtor

Abstract

A credit agreement is a common legal instrument in banking and financing activities that regulates the rights and obligations of creditors and debtors. In practice, debtor default often occurs when payment obligations are not fulfilled, fulfilled late, or performed contrary to the agreed terms, causing losses to creditors. This study analyzes the application of compensation for debtor default in credit agreements based on Article 1243 of the Indonesian Civil Code and examines legal remedies available to creditors. This research uses a normative legal method with statutory and case approaches. Data were obtained through library research, including legislation, legal literature, scholarly journals, and relevant court decisions. The results show that compensation claims may be submitted when there is a valid agreement, a proven breach of contract, a formal notice of default, and losses that have a direct causal relationship with the debtor’s breach. Compensation may include costs, damages, and interest. Creditors may pursue settlement through litigation or non-litigation mechanisms, including credit restructuring. Therefore, compensation for breach of contract functions as legal protection for creditors, strengthens legal certainty, and maintains a balance of rights and obligations between parties in credit agreements in resolving credit disputes fairly, proportionally, and in accordance with law.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul, M. (2010). Hukum perbankan di Indonesia. Raja Grafindo Persada.

Abdulkadir, M. (2000). Hukum perikatan. Citra Aditya Bakti.

Amatahir, Z. (2023). Tinjauan yuridis wanprestasi dalam perjanjian kredit dengan jaminan fidusia: Juridical review of default in credit agreements with fiduciary guarantees. Jurnal Media Hukum, 11(1), 11–23. https://doi.org/10.59414/jmh.v11i1.447

Azza, N., & Iwanti, M. (2022). Akibat hukum wanprestasi serta upaya hukum wanprestasi berdasarkan undang-undang yang berlaku. VI(2), 346–351.

Badri, S., Handayani, P., & Rizki, T. A. (2024). Ganti rugi terhadap perbuatan melawan hukum dan wanprestasi dalam sistem hukum perdata. Jurnal USM Law Review, 7(2), 974–985.

Bank Perkreditan Rakyat. (1999). Klausula baku dalam perjanjian kredit (standard clause in the credit contract). 4(1), 208–225.

Embon, C. F., & Primantari, A. A. A. (2025). Tanggung jawab debitur terhadap wanprestasi perjanjian utang piutang berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(10).

Fazriah, D. (2023). Tanggung jawab atas terjadinya wanprestasi yang dilakukan oleh debitur pada saat pelaksanaan perjanjian. Das Sollen: Jurnal Kajian Kontemporer Hukum dan Masyarakat, 1(2), 1–25.

Gaol, S. L. (2019). Keabsahan pinjam meminjam uang secara lisan dalam perspektif hukum perdata. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 9(2).

Harahap, M. Y. (1986). Segi-segi hukum perjanjian. Alumni.

Hasan, U., & Yahya, T. (2025). Immaterial lawsuits in the context of breach of contract in Indonesia. Jurnal Hukum Mimbar Justitia, 11(1), 180–203.

Hertanto, S., & Djajaputra, G. (2024). Tinjauan yuridis terhadap penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian jual beli. UNES Law Review, 6(4), 10368–10380.

Hukum, J., Sains, W., Matthew, R., Vita, B., Madiyya, D. T., Wijaya, L. T., Riady, L., Ginting, Y. P., et al. (2026). Analisis yuridis wanprestasi dan pertanggungjawaban ganti rugi dalam kontrak jual beli properti. 5(01), 8–18.

Hutabarat, J. Z., Octavia, N. A., & Simarmata, A. S. H. (2026). Analisis yuridis terhadap wanprestasi debitur dalam perjanjian kredit dengan jaminan fidusia: Studi Putusan No. 850/PDT.G/2020/PN MDN. Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(4), 187–197.

Islam, U., Sulthan, N., & Saifuddin, T. (2022). Kompensasi ganti rugi bunga dalam perspektif hukum Islam. 11(1), 21–44.

Khoirunnisa, S. F. (2023). Pengaturan hukum eksekusi objek jaminan fidusia apabila debitur melakukan tindakan pelanggaran perjanjian. Court Review: Jurnal Penelitian Hukum, 3(5), 12–23. https://doi.org/10.69957/cr.v3i05.1359

Lidiya, E. (2024). Pelaksanaan perjanjian dalam pemberian kredit antara PT Bank Perkreditan Rakyat Mitra dengan petani sawit di Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi [Skripsi, Universitas Batanghari].

Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2012). Putusan Mahkamah Agung Nomor 1794 K/Pdt/2012.

Miru, A., & Pati, S. (2014). Hukum perikatan: Penjelasan makna Pasal 1233 sampai 1456 BW. Rajawali Pers.

Muhammad, A. (2021). Hukum perusahaan Indonesia (5th ed.).

Nengsih, E. Y., Fithroh, M., Anfal, S., Hakiki, R., & Saputra, B. A. (2025). Hukum perikatan: Macam-macam perikatan. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 3(1), 193–206.

Nugraha, S. N. (2021). Cidera janji (wanprestasi) dalam perjanjian fidusia berdasarkan Pasal 15 Ayat (3) UU Nomor 42 Tahun 1999 pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019. AL WASATH Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 77–92.

Octavia, E. (2026). NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 13(1), 19–23.

Otoritas Jasa Keuangan. (2023). Hak dan kewajiban debitur dalam perjanjian kredit. Otoritas Jasa Keuangan.

Pangemanan, F. W. S. (2019). Implementasi Pasal 1238 KUH Perdata terhadap penentuan debitor yang cidera janji dalam perjanjian kredit. Lex et Societatis, 7(4), 119–126.

Republik Indonesia. (1940). Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Government Publication.

Resa, I. S. (2024, November 15). Wanprestasi Pasal 1243 KUH Perdata dan unsurnya. ILS Law Firm. https://www.ilslawfirm.co.id/wanprestasi-pasal-1243-kuh-perdata/

Riset, J., & Edukasi, M. (2025). Tentang wanprestasi dalam perjanjian jual beli tanah antara PT Bukit Kamsiri Indah dan PT Tanjung Buton Internasional. 2, 172–185.

Riyadi, S. (2019). Hukum jaminan dan perjanjian kredit di Indonesia. Sinar Grafika.

Rizky, G. P. (2024). Upaya hukum terhadap wanprestasi: Perspektif hukum. 2(1), 194–204.

Salim, H. S. (2016). Perkembangan hukum jaminan di Indonesia. RajaGrafindo Persada.

Subekti, R. (2005). Hukum perjanjian. Intermasa.

Tatawi, S. (2015). Tuntutan ganti rugi terhadap debitur wanprestasi dalam perjanjian sewa menyewa ditinjau dari Pasal 1243 KUHPerdata (BW). E-Journal Fakultas Hukum Unsrat, III(2), 128–136.

Tiara Livia, Ufit Fitria Oktaviyanti, & U. S. (2026). Analisis wanprestasi dalam perjanjian utang piutang: Tinjauan Pasal 1243 KUH Perdata.

Downloads

Published

2026-06-26

How to Cite

As-Sifa Pebrianti, Salwa Fauziyah Anwar, Ardhita Aulia Utari, & Shabrina Najla Ingga Jayasti. (2026). Tinjauan Yuridis terhadap Penerapan Ganti Rugi Akibat Wanprestasi Debitur dalam Perjanjian Kredit . Konsensus : Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum Dan Ilmu Komunikasi, 3(3), 88–99. https://doi.org/10.62383/konsensus.v3i3.1799

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.